Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Zinedine Zidane
Dream - Jumlah muslim di dunia saat ini diperkirakan mencapai 1,61 miliar. Dari jumlah fantastis tersebut, sebagian adalah atlet-atlet hebat sepanjang masa yang mampu mengharumkan Islam.
Mereka adalah para atlet yang luar biasa di bidangnya, mulai dari basket, sepakbola, kriket hingga tinju.
Berikut ini ada 10 atlet muslim terbaik sepanjang masa yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi pemuda-pemudi muslim untuk meraih prestasi di bidang olahraga.
© Dream
Dream - Muhammad Ali adalah figur atlet muslim yang paling terkenal. Dia mampu memikat hati Amerika dengan permainan kata dan tinju kelas tinggi.
Petinju kelahiran 17 January 1942 lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay, Jr. Dia memeluk Islam saat Amerika tengah gencar-gencarnya terlibat dalam perang Vietnam.
Ali yang bergabung dengan organisasi muslim Nation of Islam menentang perang tersebut dan menolak untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Amerika. Akibatnya, dia dilarang main tinju selama tiga tahun pada 1967.
Dijuluki " The Greatest" , Ali menorehkan beberapa pertarungan tinju legendaris. Di antaranya adalah pertama kali ia menghadapi Sonny Liston, saat menjatuhkan rival beratnya Joe Frazier dan ketika merebut sabuk juara yang lepas selama tujuh tahun dari George Foreman. (Ism)
© Dream
Dream - Kareem Abdul-Jabbar selalu tampil hebat di olahraga basket. Ia mendominasi basket baik di SMA, Universitas, dan saat menjadi pemain profesional.
Dia bahkan menciptakan tembakan paling maut yang tak bisa diblok dan menamakannya skyhook. Berkat skyhook, Kareem menjadi pemain dengan pengumpul skor terbanyak di sepanjang sejarah NBA, yakni 38,387 poin.
Sementara pemain basket generasi berikutnya Kobe Bryant menguntit di belakangnya dengan 29,484 poin. Pemain yang bernama asli Lew Alcindor ini memeluk Islam pada 1971 dan mengubah namanya menjadi Kareem Abdul-Jabbar. (Ism)
© Dream
Dream - Tak diragukan lagi, Hakeem 'The Dream' Olajuwon adalah salah satu center dan pemain terhebat dalam sejarah NBA.
Pemain keturunan Nigeria dengan tinggi 213 cm ini seperti gudang prestasi. Meskipun bergelimang kesuksesan, Hakeem tetap seorang Muslim yang taat.
Dia memeluk Islam di awal karir NBA-nya dan sangat menjaga imannya. Dia tetap berpuasa pada bulan Ramadan meskipun bulan suci tersebut sering jatuh pada musim berlangsungnya NBA. (Ism)
© Dream
Dream - Shaquille O'Neal, pemain basket yang merevolusi NBA selama 15 tahun terakhir, sebenarnya adalah Muslim. Dibesarkan dalam keluarga yang demokratis soal agama (ibunya Kristen, sementara ayahnya Muslim).
Shaq tidak suka mengumbar masalah agama, namun dalam beberapa interview dia menyatakan telah masuk Islam dan bahkan telah pergi berhaji ke Mekah.
Dia memenangkan tiga gelar secara berturut-turut bersama Los Angeles Lakers dan satu gelar lainnya bersama Miami Heat. Dikenal dengan julukan Kazaam, Shaq kini menjadi komentator NBA di jaringan televisi TNT bersama mantan pebasket lainnya, Charles Barkley. (Ism)
© Dream
Dream - Tak terbantahkan sebagai pesepak bola paling bertalenta, Zinedine Zidane lahir sebagai warga Prancis keturunan Algeria, sebuah negara Muslim di belahan Afrika Utara.
Bakat Zidane begitu mempesona pecinta sepakbola di seluruh penjuru dunia. Pria yang lahir dengan nama Zinedine Yazid Zidane pada 23 Juni 1972, telah malang melintang di dunia sepakbola sebagai pemain profesional selama 18 tahun.
Salah satu kontroversi yang melekat pada Zidane hingga kini adalah kesengajaannya menanduk Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006 antara Prancis dan Italia. Dia tiga kali dinobatkan sebagai Pemain Dunia Terbaik versi FIFA, memimpin Peracis jadi juara Piala Dunia 1998.
Mantan gelandang serang yang suka membiarkan kepalanya plontos ini kini tercatat sebagai asisten pelatih klub Spanyol Real Madrid. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya