Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Penyebaran virus corona penyebab utama Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) kian ganas. Korban jiwa akibat positif MERS pun mulai bertambah di berbagai belahan dunia.
Hingga kini jumlah korban meninggal dunia akibat MERS dinyatakan mencapai lebih dari 200 jiwa. Data yang diperoleh dari laporan Departemen Kesehatan Saudi dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa menunjukkan sejak September 2012 hingga kini sudah ada 661 kasus MERS di seluruh dunia. Demikian menurut laman Arab News, Jumat 23 Mei 2014.
Sebagai negara yang pertama kali ditemukan kasus MERS, hingga berita ini ditulis Departemen Kesehatan Arab Saudi telah mendeteksi 551 kasus dengan total kematian mencapai 177 jiwa. Sedangkan total kasus MERS di negara di luar Arab Saudi saat ini mencapai 110 kasus dengan total 28 kematian.
Jika dirinci, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Uni Emirat Arab saat ini mencapai 67 kasus dengan 9 kematian, diikuti oleh Jordan dengan 9 kasus dan 4 orang dinyatakan meninggal, serta Qatar dengan 7 kasus dan 4 kematian.
Meski tidak sebanyak Uni Emirat Arab, MERS juga ditemukan di negara-negara Timur Tengah. Mulai dari Oman degan 2 kasus dan keduanya dinyatakan meninggal, Kuwait dengan 3 kasus dengan 1 kematian, Mesir 1 kasus dan belum ditemukan korban jiwa, Yaman dengan 1 kasus dan 1 kematian, serta Lebanon dengan 1 kasus tanpa korban jiwa.
Di Eropa, kasus MERS terbanyak ditemukan di Inggris dengan 3 kematian dari 4 kasus. Diikuti oleh Jerman dengan 2 kasus dan 1 korban jiwa, Perancis dengan 2 kasus dan 1 kematian, Italia dan Yunani masing-masing dengan 1 kasus, dan Belanda dengan 2 kasus.
Sementara dua kasus lain juga ditemukan di Amerika Serikat. Sedangkan di Asia, kematian akibat virus corona dilaporkan ditemukan di Malaysia dan Filipina dengan 1 orang positif terinfeksi MERS. Sejumlah pekerja migran asal Filipina di Timur Tengah dilaporkan termasuk di antara para korban termasuk dua perawat yang meinggal dunia di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Penyebaran virus MERS diduga berasal dari kelelawar dan unta. Pola penyebarannya menyerupai SARS sehingga manusia dapat terinfeksi setelah melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, atau melalui konsumsi daging dan produk hewani lainnya. Virus corona dapat berkembang dan menurunkan kekebalan tubuh, berkembang pada saluran mulut dan hidung manusia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya