Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Three Square Market Akan Menanamkan Mikrocip Ke Tubuh Karyawannya. (Foto: Three Square Market)
Dream – Perkembangan teknologi yang semakin canggih mendorong lahirnya inovasi di pelbagai bidang. Tidak menutup kemungkinan inovasi terjadi pada pengelolaan karyawan.
Seperti yang terjadi di sebuah perusahaan teknologi berbasis di Wisconsin, Amerika Serikat, Three Square Market. Perusahaan ini bakal menanamkan mikrochip ke tubuh karyawannya.
Dilansir BBC, Selasa, 25 Juli 2017, chip dengan ukuran sebesar beras ini akan menggantikan fungsi kartu akses karyawan. Dengan chip itu, karyawan dapat membuka kunci elektronik, masuk ke sistem komputer, bahkan membeli makanan tanpa harus menggunakan uang tunai.
Alat seharga US$300 (Rp3,99 juta) untuk satu unit ini menggunakan sistem Radio Frequency Indentification (RFID). Chip ini ditanam di ibu jari tangan atau jari lain karyawan.
Sejauh ini, baru ada 50 orang karyawan yang bersedia jarinya ditanami chip.
President and CEO Three Square Market, Patrick McMullan, mengatakan semua orang akan menginginkan mikrochipnya masing-masing.
“ Pasar internasional itu terbuka lebar dan kami percaya bahwa pasar masa depan itu dimotori oleh pihak yang menangkap (peluang pasar) terlebih dahulu,” kata McMullan.
Three Square Market bekerja sama dengan perusahaan Swedia, BioHax, untuk mengembangkan alat ini. Tetapi, Mc Mullan mengatakan tidak berniat menanamkan GPS untuk melacak karyawannya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya