Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Kasus Covid-19 terus bertambah setiap harinya. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan telah terjadi penambahan kasus pada Sabtu, 29 Agustus 2020 sebanyak 3.308 kasus yang terinfeksi virus corona.
Dari laporan media harian Covid-19 DKI Jakarta tetap menjadi peringkat tertatas untuk penambahan kasus Covid yakni mencapai 861 jiwa. Sedangkan peringkat kedua adalah Jawa Timur yakni 641 jiwa.
Dengan begitu kasus kumulatif jumlah orang terjangkit virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 menjadi 169.195 jiwa.
Untuk kasus penyembuhan Covid-19 pada hari ini, jumlah kasus sembuh mencapai 1.902. Sehingga totalnya menjadi 122.802 jiwa. Dan yang meninggal dunia karena Corona bertambah 92 orang menjadi 7.261 jiwa.
Dream - Menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di DKI Jakarta melampaui Jawa Timur. Hal ini membuat DKI Jakarta menempati posisi teratas dalam kasus positif COVID-19 dari 34 provinsi di Indonesia.
Dari data per 8 Agustus 2020, kasus COVID-19 di Jakarta bertambah 686 orang, sedangkan Jawa Timur dengan 429 kasus baru. Adanya penambahan positif lebih banyak di Jakarta karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan pemeriksaan spesimen (testing) dan pelacakan kontak (tracing).
" Dalam sepekan ini, angka positif COVID-19 Jakarta dari Maret sampai awal Agustus 2020 ini mungkin seolah-olah besar sekali. Tapi di balik angka itu, kami melihat dari sisi penilaian atau beberapa indikator yang diterapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang adanya positivity rate angka kesembuhan maupun angka kematian," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti dalam dialog di Media Center Satgas COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, dikutip dari Liputan6.com.
" Kalau saya boleh cerita bahwa selama sepekan ini angka positif di DKI Jakarta 7, 8 persen. Memang masih lebih tinggi daripada angka WHO karena angka WHO harapannya dalam sepekan itu kurang dari 5 persen. Tetapi secara kumulatif angka positif DKI Jakarta 5,5 persen sejak Maret sampai dengan sekarang," ungkap Widya.
Perkembangan positivity rate DKI Jakarta juga mengalami kenaikan. Dari data laman corona.jakarta.go.id per 7 Agustus 2020, positivity rate Jakarta yang dihitung dari kasus baru COVID-19 sebesar 9,8 persen. Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding 6 Agustus 2020 dengan 8,6 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya