Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 3.636 kasus hari ini, Minggu 13 September 2020. Total ada 218.382 kasus postif, sebanyak 155.010 diantaranya sembuh dan 8.732 meninggal dunia.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, kasus sembuh bertambah 2.552 kasus dan meninggal dunia karena Covid-19 bertambah menjadi 73 kasus.
Untuk jumlah suspek kasus saat ini menjadi 97.227 dan jumlah spesimen yang dites yakni 30.100.
Sejak awal September lalu, belum terlihat adanya tanda-tanda penurunan kasus. Rata-rata tambahan kasus perharinya mencapai 3.000 kasus.
Pada bulan Agustus lalu, rata-rata tambahan harian kasus Covid-19 sebesar 2.100 kasus.
Indonesia saat ini masih menerapkan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19. Masyarakat diperbolehkan berkativitas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
Dream - Baru-baru ini breredar foto yang memperlihatkan suasana Wisma Atlet di malam hari. Dalam foto tersebut, terlihat semua lampu di Wisma Atlet menyala dan disebut dalam situasi mencekam.
Foto Wisma Atlet yang disebut mencekam salah satunya diunggah oleh akun Instagram @lambeturah_official.
Berikut narasi yang diunggah oleh akun Facebook Willz Tambunan:
" Ini bukan hotel yang full booked hingga lampunya nyala semua
Ini adalah wisma atlet...," tulis akun gossip tersebut.

Dengan beredarnya foto yang memperlihatkan penuhnya Wisma Atlet, anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Suryopratmo mengungkapkan, tower 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran akan digunakan sebagai flat isolasi mandiri bagi warga yang terinfeksi virus Covid-19 dan tak memiliki tempat tinggal yang memenuhi syarat protokol kesehatan.
" Tower 4 dan 5 untuk isolasi mandiri bagi warga yang tidak mencukupi tempat tinggalnya dan dinilai Dinkes tidak bisa disiplin menjalankan isolasi mandiri," kata Suryopratomo, dikutip dari merdeka.com, Jumat 11 September 2020.
Dia menjelaskan, ada sejumlah kendala yang masih dihadapi sebelum tower 4 dan 5 RSD Wisma Atlet resmi dibuka. Kendala itu seperti masalah air dan listrik.
Kedua tower itu sedianya akan dibuka pada Selasa lalu 8 September 2020 lalu, namun karena masih ditemui kendala maka pembukaan diundur.
" Waktu ditinjau Ketua Satgas, tower 4 dan 5 masalahnya listrik dan air. Jadi dinyalakan untuk mengetes apakah aliran listriknya sudah bisa diandalkan. Rencana pembukaan tower 4 dan 5 mundur dari tanggal 8 September menunggu kesiapan listrik dan air," ujar dia.
Suryopratomo juga mengatakan bahwa sejumlah menteri dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Ketua Gugus Tugas akan melihat kesiapan tower 4 dan 5 hari ini.
" Beberapa Menteri, Gubernur DKI dan Ketua Satgas. Rencananya jam 14.00 WIB untuk melihat kesiapan Tower 4 dan 5," ungkapnya.
Selain Tower 4 dan 5 yang akan dibuka, di Wisma Atlet terdapat juga Tower 6 dan 7 yang merupakan RS Darurat Wisma Atlet. Rumah sakit tersebut selama ini dipakai untuk merawat mereka yang sudah positif dan membutuhkan perawatan tetapi tidak dalam kondisi berat.
" Kalau berat dari RS Darurat dirujuk ke RS Rujukan. Untuk apa? Untuk mencegah jangan sampai semua orang minta dirawat di RS karena jumlah tempat tidur di rumah sakit terbatas dan mencegah tenaga kesehatan kehabisan tenaga mengurusi seluruh warga yang terinfeksi Covid-19," kata dia.
Pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat mengalami penambahan 57 orang, dari semula 1.603 orang menjadi 1.660 pasien.
" Perkembangan jumlah pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet pada Jumat 11 September 2020, hingga pukul 08.00 WIB, rawat inap bertambah 57 orang semula 1.603 orang menjadi 1.660 orang," kata Perwira penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian, dalam keterangannya, Jumat 11 September 2020.
Ia menjelaskan, untuk pasien rawat inap itu terdiri dari 863 pria dan 797 wanita. Untuk pasien yang dinyatakan positif sebanyak 1.660 orang.
" Pasien terkonfirmasi positif bertambah 57 orang, semula 1.603 orang menjadi 1.660 orang. Lalu, pasien Suspek nihil," jelasnya.
Lebih lanjut jelas Perwira, pasien Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 23 Maret sampai dengan 11 September 2020, pasien terdaftar 14.454 orang. Pasien keluar 12.604 orang, dengan rincian pasien rujuk ke RS lain 270 orang, pasien pulang atau sembuh 12.328 orang, meninggal 5 orang dan tanpa izin 1 orang.
Sementara itu, untuk jumlah pasien yang berada di RSD Pulau Galang sebanyak 247 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 174 pria dan 73 wanita. Untuk pasien yang positif Covid-19 sebanyak 116 orang dan pasien suspek sebanyak 131 orang.
" Pasien rawat inap berkurang 16 orang, semula 263 orang menjadi 247 orang. Pasien Covid-19 tetap berjumlah 116 orang dan pasien Suspek berkurang 16 orang semula 147 orang, menjadi 131 orang" ujarnya.
" Rekapitulasi pasien TMT 12 April sampai dengan 11 September 2020 pukul 08.00 Wib, pasien terdaftar sebanyak 2.489 orang, pasien rujuk ke RS lain 6 orang, pasien pulang atau sembuh sebanyak 2.242 orang dan meninggal nihil," tutupnya.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya