Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Perusahaan farmasi milik Pemerintah China, Sinopharm, meluncurkan fasilitas pemesanan online untuk vaksin Covid-19. Tetapi, fasilitas ini baru bisa diakses oleh warga Beijing dan Wuhan, Provinsi Hubei.
Pelajar dan mahasiswa yang akan bepergian ke luar negeri untuk belajar termasuk dalam kelompok prioritas yang mendapatkan suntikan vaksin buatan Sinopharm. Vaksinasi untuk kelompok ini diberikan secara gratis.
" Kami sangat mementingkan siswa yang belajar di luar negeri, dan berharap memberikan asuransi yang efektif, aman dan komprehensif sesuai dengan hukum," ujar sumber yang dekat dengan Sinopharm, dikutip dari Global Times.
Selain pelajar dan mahasiswa yang belajar di luar negeri, staf luar negeri dan pekerja di garda terdepan akan segera mendapatkan vaksin tersebut. Ini merupakan kelompok-kelompok yang digolongkan sebagai prioritas.
Vaksinasi untuk pelajar dan mahasiswa yang akan berangkat ke luar negeri dijadwalkan diberikan mulai November 2020 hingga Januari 2021. Sinopharm menyatakan vaksin akan diberikan secara gratis kepada para pelajar.
Ada lebih dari 152 ribu warga Beijing dan Wuhan telah memesan vaksin. Sementara, 747.572 telah menyatakan bersedia mengambil vaksin tersebut pada Selasa pagi pekan ini.
Salah satu mahasiswa akan ke luar negeri untuk kuliah Magister mengaku mendapatkan SMS setelah mengajukan formulir pemesanan vaksin secara online. Dia juga dimasukkan dalam grup percakapan berisi 200 mahasiswa lain yang akan mendapatkan suntikan vaksin.
" Setelah bergabung dengan grup, siswa diminta mendaftarkan waktu dan tempat untuk pengambilan gambar. Waktu paling awal yang tersedia adalah sekitar pertengahan Oktober," kata mahasiswa yang tak mau identitasnya disebut.
Mahasiswa lain yang juga berada di grup percakapan tersebut mengaku mendapat kabar program vaksinasi untuk kawasan Wuhan bagi pelajar ditangguhkan. Sementara, dia mendaftar vaksinasi dari Wuhan.
" Saya diberitahu oleh agen visa pada pertengahan September bahwa kami dapat membuat janji untuk suntikan vaksin Sinopharm di Beijing. Ada dua suntikan, biayanya 2.600 yuan (setara Rp5,7 juta)," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya