Setelah 3 Tahun, Misteri Kematian Si Cantik Nur Fitri Terkuak!

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 16 Oktober 2020 14:26
Setelah 3 Tahun, Misteri Kematian Si Cantik Nur Fitri Terkuak!
Perlu waktu tiga tahun bagi polisi untuk menjerat pelaku pembunuhan.

Dream - Kabut misteri yang menyelimuti kematian Nur Fitri, wanita muda yang ditemukan tewas 14 Oktober 2017 silam akhirnya tersibak.

Fitri diduga dibunuh suami sirinya sendiri, AC, 60 tahun. Perlu waktu tiga tahun bagi Polres Kotim untuk menjerat pelaku pembunuhan yang merupakan orang terdekat korban.

“ Dalam perkara ini, jaksa yang menangani salah satunya saya sendiri,” kata Kasi Pidum Kejari Kotim Teguh Fidiah Wahyudi, dikutip dari pojoksatu.id, Jumat 16 Oktober 2020.

 

 

 

1 dari 7 halaman

Suami Siri Terjerat Pasal Pembunuhan

Kasus pembunuhan Fitri ditingkatkan ke penyidikan pada Agustus 2020 lalu. Dalam SPDP, AC dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 353 Ayat (3) KUHP sub Pasal 351 Ayat (1) KUHP.

Dugaan kuat bahwa AC merupakan pelaku pembunuhan istri sirinya memang sempat mencuat ke publik. Namun, polisi sempat kesulitan menetapkannya sebagai tersangka karena tak menemukan dua alat bukti.

Radar Sampit (jaringan Pojoksatu.id) yang sempat menelusuri kasus itu, menemukan petunjuk yang mengarah pada terduga pelaku, AC.

2 dari 7 halaman

Ditemukan Beberapa Kejanggalan

Pria yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut, sempat memberikan keterangan janggal kepada penyidik.

AC bersikukuh mengatakan istrinya melompat dari mobil pada malam kejadian. Hal itulah yang menyebabkannya meninggal dunia.

Namun, saat penyidik mempertanyakan logika keterangan AC, bagaimana istri sirinya itu meninggal karena melompat dan malah ditemukan warga, dia justru kebingungan menjawabnya.

Meski keterangannya ganjil, status AC saat itu masih sebagai saksi. Dia hanya dikenakan wajib lapor.

 

3 dari 7 halaman

Pernyataan Pihak Lain

Keterangan AC kepada polisi nyaris sama dengan pengakuannya kepada pembantu Fitri, Tina.

Menurut Tina, AC mengatakan istrinya bunuh diri dengan cara melompat dari mobil. Namun, Tina tak mempercayai keterangan itu.

Dia yakin majikannya tak mungkin melakukan hal tersebut karena bukan sifat Fitri.

4 dari 7 halaman

Keterangan Berbeda

Keterangan berbeda kembali disampaikan AC pada keluarga korban. Sahuri, paman korban mengungkapkan, AC mengaku padanya bahwa Fitri meninggal tidak loncat dari mobil, melainkan turun dengan sendirinya dan menghilang begitu saja.

“ Jawaban Pak AC ini berubah-ubah dan tidak konsisten. Sebelumnya dia mengatakan Fitri meninggal setelah loncat dari mobil. Tapi, saat saya datangi lagi dan bertanya, jawabannya beda lagi dan tidak nyambung,” kata Sahuri dalam keterangannya pada wartawan pada 21 Oktober 2017.

5 dari 7 halaman

Diduga Membunuh Saat Keadaan Mabuk

Diduga kuat Fitri dibunuh setelah almarhumah dan suami sirinya pulang dari tempat hiburan malam.

Kakak korban, Wati, mengatakan, AC mengaku sempat mabuk dan menyuruh istrinya mengemudikan mobil dari THM menuju rumah.

Keluarga korban menduga AC tidak menyadari perbuatannya karena mabuk.

 

6 dari 7 halaman

Tersangka Mengaku Tak Membunuh

Meski ditetapkan sebagai tersangka, AC tetap tidak mengakui perbuatannya.

“ Tersangka BH alias AC tetap tidak mengakui perbuatannya. Meski begitu, kami tetap menetapkannya sebagai tersangka,” ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Rabu, 14 Oktober 2020.

 

 



 

7 dari 7 halaman

Keterangan Tersangka Berubah-ubah

Dalam pemeriksaan pelaku memberikan keterangan yang berubah-ubah. Bahkan dia tidak mengaku bahwa ia yang membunuh istri sirinya tersebut.

Ketika ditanya terkait kematian korban, pelaku terkadang menjawab bahwa Nur Fitri tewas karena lompat dari mobil. Setelah itu, saat ditanya kembali dia mengatakan bahwa tidak tahu kematian korban.

“ Meskipun dia terus mengelak. Namun tetap saja dari hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti, pelaku mengarah pada tersangka,” kata Jakin.

Sumber: Pojok Satu

Beri Komentar