Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua Di Pasar Tanah Abang (YouTube/Kementerian Kesehatan RI)
Dream - Program vaksinasi Covid-19 nasional tahap ke dua mulai dijalankan hari ini, Rabu 17 Februari 2021. Program ini ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Tahap ini diarahkan menyasar kelompok lanjut usia, petugas pelayanan publik, dan masyarakat dengan mobilitas dan interaksi tinggi.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, lansia dan petugas layanan publik menjadi kelompok prioritas mengingat risiko terpapar vaksin corona sangat tinggi. Khususnya pada kelompok lansia yang juga disertai komorbid.
" Kita tahu lansia memiliki beban berat terkait angka kesakitan dan kematian akibat terinfeksi Covid-19, sementara petugas pelayanan publik memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi," ujar Nadia, melalui keterangan tertulis.
Dalam tahap kedua ini, Pemerintah menargetkan 16,9 juta petugas layanan publik mendapatkan suntikan. Selain itu, peserta vaksinasi kelompok lansia disasar sebanyak 21,5 juta seluruh Indonesia.
" Untuk tahapan registrasi nantinya tidak harus menunggu SMS atau pemberitahuan dan aplikasi namun cukup datang ke fasilitas kesehatan dan akan langsung terdaftar di sistem PCare yang sudah kami sediakan sebelumnya," kata Nadia.
Dalam pelaksanaan, terang Nadia, pemberian vaksinasi tahap kedua ini akan dilakukan dalam beberapa konsep. Konsep tersebut yaitu berbasis pada faskes, berbasis institusi, vaksinasi massal di tempat, serta vaksinasi massal bergerak seperti pada pasar yang menyasar para pedagang.
" Sehingga tidak lagi penerima vaksin harus datang ke faskes," ucap dia.
Meski sebentar lagi masyarakat akan mendapatkan vaksinasi, Nadia mengimbau agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. Vaksinasi belum cukup mencegah penularan Covid-19.
" Vaksinasi, 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) serta 3T (testing, tracing, dan treatment) merupakan satu rangkaian utuh yang tidak boleh kendor melaksanakan protokol kesehatan," kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya