Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
NH (12 Tahun) Dan S (15 Tahun) Dipaksa Nikah Karena Pulang Kesorean. (Foto: Radar Mandalika)
Dream - Pernikahan bukan perkara yang mudah. Masing-masing mempelai harus siap mental dan fisik. Termasuk juga siap untuk mengarungi kehidupan rumah tangga yang penuh liku.
Karena itu, orang yang menikah pastilah mereka yang sudah dewasa. Karena kelompok ini dianggap sudah matang dalam berpikir dan bertindak.
Namun tidak demikian dengan pernikahan viral yang terjadi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ini.
Seorang anak remaja yang masih duduk di bangku SMP, tepatnya Madrasah Tsanawiyah, dipaksa menikah dengan gadis SD karena telat pulang ke rumah.
Video pernikahan S yang berusia 15 tahun dengan gadis remaja berinisial NH, 12 tahun --masih kelas enam sekolah dasar, menjadi viral di dunia maya.
Video proses ijab kabul pernikahan mereka sempat diunggah di akun Facebook pada Senin, 14 September 2020.
Pernikahan di bawah umur yang kontroversial di Desa Pangajek, Kecamatan Tonggat, ini berawal ketika orangtua pihak perempuan tidak terima dengan S yang membawa NH jalan-jalan seharian hingga pulang telat ke rumah.
Diketahui bahwa kedua sejoli ini tinggal di desa yang berbeda. S tinggal di Desa Penganjek, Kecamatan Tonggat.
Sementara NH yang masih duduk di bangku SD tinggal di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat.
Ehsan, Kepala Dusun Montong, Desa Penganjek, membenarkan kabar pernikahan dini tersebut. Menurut Ehsan, S dan NH pergi berdua pada siang hari. Mereka baru pulang ke rumah sekitar pukul 17.30 WITA.
Menurut Ehsan, S memang sempat membawa NH pulang ke rumahnya. Setelah itu dia meminta kakaknya mengantarkan NH ke rumah bibinya.
Namun tak lama NH berada di rumah bibinya, orangtuanya membawa putri mereka itu ke kediaman S. Orangtua NH tak terima anaknya pulang hingga malam.
Orangtua NH kemudian memaksa S untuk menikahi putrinya meski sudah tahu bahwa keduanya masih berada di bawah umur.
Sementara itu, S mengatakan dia menerima permintaan orangtua NH. S berjanji akan memberi nafkah kepada NH semaksimal mungkin.
Sekarang S telah berhenti dari sekolahnya, dan berjualan sabun keliling untuk membiayai rumah tangga barunya dengan NH.
Sumber: Padangkita, Solopos
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya