Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Albert Einstein (Shutterstock)
Dream - Memiliki anak yang pintar dan berbakat pasti menjadi keinginan semua orangtua. Beberapa dari mereka bahkan telah memasuki sekolah nonformal atau les sejak balita demi melatih kecerdasan dan bakat sedini mungkin.
Namun, beberapa anak terlahir dengan kebutuhan khusus, seperti autisme, ADHD, dan gangguan lainnya yang membuat sebagian dari mereka sulit untuk belajar seperti anak pada umumnya.
Akan tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Kevin Sweeney. Mengidap gangguan autisme tidak membuatnya tertinggal dari teman-teman seusianya. Bahkan, Kevin berhasil unggul dalam berbagai bidang.
Diikutip dari Daily Star, Kevin (11) berasal dari Lochgelly, Fife, berhasil mendapat skor IQ setinggi 162. Skor itu bahkan melampaui Albert Einstein dan Stephen Hawking. Dengan skor tersebut, Kevin termasuk ke dalam 1% peringkat teratas orang dengan IQ tertinggi.
Tak hanya itu, Kevin bahkan sudah mampu mengingat tabel periodik saat berusia 6 tahun dan bisa membaca sebelum ia mulai sekolah dasar.

Pada 16 Juli, Kevin mengikuti ujian Quaker Meeting House di Edinburgh. Daily Mail melaporkan bahwa ia adalah satu-satunya anak yang mengikuti ujian tersebut.
Orangtua Kevin mengatakan bahwa anaknya sering menonton Who Wants to Be a Millionaire, The Chase, dan Only Connect.
Menonton sambil ikut menjawab pertanyaan yang ada, Kevin sering mengalahkan para kontestan pada acara-acara televisi tersebut.

" Kevin berlari mengelilingi taman ketika dia mendapatkan hasilnya. Itu sangat berarti baginya daripada yang kami bayangkan," ujar ayah Kevin, Eddie Sweeney.
" Kami berharap ini adalah dorongan besar baginya. Hidup memiliki tantangan tersendiri bagi Kevin, dan kami benar-benar ingin membantu memaksimalkan potensinya dan memberinya setiap kesempatan dalam hidup," imbuhnya.

Eddie dan istrinya, Laura, mengaku sangat bangga melihat putranya yang jenius. " Kami sangat bangga sebagai orang tua, kami selalu tahu dia sangat pintar. Kami selalu memberi tahu orang-orang bahwa dia jenius, dan saya tidak menggunakan kata itu dengan enteng," ujar Eddie.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya