Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Guru (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang guru di Minahasa Utara dilantik menjadi kepala sekolah sebuah SD. Namun, SD calon tempatnya bekerja ternyata tidak ada alias fiktif.
Kisah itu dibagikan oleh Azam Wanggo melalui akun Instagram @azamwonggo. Dalam unggahan itu, Azam menulis bahwa ibundanya, RDBA, diundang untuk menghadiri acara pelantikan di JG Center Kantor Bupati Minur pada Senin, 27 September 2021 sekira pukul 22.00 WITA.
" Selamat Malam Warga Sulawesi Utara saya, Azam Alfarizi Wonggo. sedikit cerita dari saya tentang ibu saya tadi malam," tulis Azam mengawali kisahnya.
Pada malam itu, RDBA yang mengenakan seragam lengkap beserta atribut sudah tiba di lokasi pelantikan sekitar pukul 19.30 WITA. Lalu, dia diminta bersiap-siap karena pelantikan akan dimulai pada pukul 21.00 WIB.
Dalam pelantikan tersebut, dipanggil satu per satu nama kepsek beserta nama sekolah yang menjadi lokasi penempatan para kepsek yang dilantik. Namun sang anak merasa aneh ketika nama ibunya dipanggil untuk ditempatkan di sekolah yang namanya terdengar asing.
" Sementara pelantikan berlangsung nama ibu saya dibaca sebagai kepala sekolah di SD Negeri Kecil Warukapas. Yang menjadi masalah di sini, sekolah tersebut tidak ada sama sekali di daerah Warukapas," tulisnya.
Rasa penasaran sang anak pun muncul. Azam akhirnya berinisiatif menanyakan langsung kepada Hukum Tua Desa Warukapas. Benar saja, nama sekolah yang disebutkan ternyat atidak ada.
Lalu pada keesokan harinya, Selasa 28 September 2021, RDBA mendatangi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minut untuk mengonfirmasi hal tersebut. Setibanya di BKD Minut, RDBA cukup terkejut ternyata pihak BKD juga tidak mengetahui keberadaan SD Negeri Kecil Warukapas.
Parahnya, RDBA diminta untuk menunggu pelantikan kepsek berikutnya yang kemungkinan dilaksanakan dalam dua sampai tiga bulan mendatang.
Mendapat perlakuan tidak menyenangkan, Azam meminta penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab. Padahal ibunya sudah berbakti menjadi seoran guru selama kurang lebih 6 tahun.
Tak hanya itu, Azam pun juga meminta keadilan dari pihak pemerintah daerah maupun BKD.
" Kami keluarga menuntut keadilan, karena menurut kami ini adalah suatu penghinaan kepada seorang guru dan kami meminta kepada pemerintah untuk segera memproses pihak-pihak yang terkait dengan kejadian ini.," pungkas Azam.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya