Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Penemuan jasad pemuda menghebohkan warga Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pemuda itu sempat dilaporkan hilang.
Pemuda yang diketahui bernama Daniel Putra, 19 tahun ini, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kebun sawit. Dia meninggalkan pesan tertulis berisi kalimat 'GAME OVER' serta 'KATA SANDI ATM 741963'.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan, Ajun Komisaris Nardy Masry Marbun, mengatakan Daniel sempat dinyatakan hilang sejak Minggu, 26 September 2021. Sejak hari itu, keluarga terus mencarinya hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
" Korban ditemukan dengan kondisi telungkup di dalam air, dekat kebun kelapa sawit," ujar Nardi, dikutip dari Riauonline.com.
Nardi mengatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Polisi tengah mengupayakan agar bisa dilakukan autopsi, mengingat keluarga menyatakan tidak berkenan.
" Kami terus memberikan imbauan dan masukan kepada keluarga korban agar jenazah bisa diautopsi. Tujuannya, agar hasilnya lebih yakin dan ilmiah, sehingga kita tahu penyebab kematianya," kata dia.
Dari pemeriksaan di lapangan, ditemukan sejumlah barang bukti lain selain pesan tertulis. Salah satunya, alat dodos atau pisau yang biasa digunakan untuk memanen kelapa sawit.
" Di kaki kanan korban terdapat dodos ukuran 2 meter terikat kaki, sedangkan telapak kaki korban terdapat tulisan DPG," kata Nardi.
Selain itu, ditemukan satu unit ponsel di saku celana korban. Juga uang dengan nominal Rp5.000 sebanyak empat lembar.
Korban diketahui sebagai sulung dari enam bersaudara. Korban juga menjadi tulang punggung keluarga karena kedua orangtuanya sakit.
" Korban memiliki permasalahan keluarga sehingga tidak sanggup untuk menanggung beban keluarga," ucap Nardi.
Dream - Kasus kematian SS, 29 tahun, menyita perhatian. Dia meninggal dunia dalam kondisi tergantung saat sedang live TikTok di tempat tinggalnya di Jatinegara, Jakarta Timur.
Polisi sudah menggelar penyelidikan untuk menemukan penyebab kematian SS. Sempat muncul dugaan bunuh diri, tapi dugaan itu masih bersifat sementara.
Kapolsek Jatinegara, Komisaris Yusuf Suhatma, mengatakan, sejauh ini polisi telah memeriksa enam saksi. Dua di antaranya adalah adik dan teman korban yang sempat menyaksikan siaran langsung TikTok ketika korban meninggal.
" Itu yang pertama lihat di TikTok itu temannya (korban) sendiri," ujar Yusuf.
Menurut penuturan teman korban, korban sempat mengaku mengalami kegalauan. Kemudian, korban sudah berencana bunuh diri pada Oktober nanti.
" Lagi live TikTok dengan bahasanya (korban) katanya ada kegalauan bahwa pada bulan Oktober ini korban itu akan bunuh diri," kata Yusuf.
Teman korban, terang Yusuf, segera menghubungi adik korban dan temannya setelah melihat siaran live TikTok tersebut. Ketiganya memutuskan untuk menuju kediaman korban.
Ketika tiba di lokasi, mereka melihat sudah ada sejumlah polisi dan warga di kediaman korban. Saat itu, korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
" Nah, di situ sudah ada Tim Rajawali Polres Metro Jakarta Timur cek TKP, korban itu sudah di bangku (tewas)," kata dia.
Di lokasi, kata Yusuf, polisi menemukan minuman keras. Polisi kini tengah menunggu hasil uji laboratorium mengenai minuman tersebut dan menyatakan proses penyelidikan masih berjalan.
" Lagi proses penyelidikan dulu. Jadi sudah ada enam saksi yang diperiksa tetapi belum ada yang mengarah ke pembunuhan," kata Yusuf.
Ketua RW 16 Rusun Bidara Cina, Tengku Jatmiko, mengatakan, SS sempat terekam kamera CCTV masuk ke rusun. Rekaman tersebut terjadi beberapa lama sebelum SS tewas.
" Kamis malam ya, pas malam Jumat, kalau warga lihat dari kamera jam-jam terakhir itu 20.15 WIB itu kelihatan naik ke atas. Setelah itu yaudah di dalam rumah itu kan enggak tahu," kata dia.
Dari rekaman CCTV, kata Tengku, SS terlihat mengenakan kemeja hitam. Korban juga terlihat membawa kresek hitam.
" Bawa tentengan kantong plastik hitam," kata dia.
Beberapa saat kemudian, Tengku mendapat informasi dari warga mengenai penemuan jenazag SS. Dia sempat mengecek dan saat itu SS sudah berada di sofa dalam keadaan tidak bernyawa.
" SS sudah tergeletak di sofa dan nurunin itu katanya adik atau temannya. Habis itu kami lapor ke polisi," ucap dia.
Kanit Reskrim Polsek Jatinegara, Ajun Komisaris Tri Sambodo, mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan penyebab kematian SS masih bunuh diri. Tetapi, pihaknya masih melacak adanya kemungkinan lain di balik fakta tewasnya SS yaitu pembunuhan.
" Betul (ada kemungkinan dibunuh)," kata Tri.
Meski begitu, Tri mengatakan hal ini masih bersifat dugaan. Di lapangan juga belum ditemukan tanda yang mengarah ke pembunuhan.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk saksi yang saat itu ada di lokasi kejadian, dikutip dari JPNN.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya