Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Sumber: Tiktok.com/hendra_adityaa
Dream - Banyak sekolah memanfaatkan masa-masa selepas ujian akhir dengan mengadakan study tour. Sebelum menghabiskan waktu ke pusat rekreasi, biasanya pengelola sekolah mengagendakan study tour dengan mengunjungi museum atau tempat-tempat yang bisa memberi wawasan baru bagi peserta didik.
Study tour untuk anak usia Sekolah Dasar (SD) kebanyakan memiliki lokasi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah mereka.
Di usianya yang masih kategori anak-anak, pemilihan lokasi akan menjadi perhatian karena para guru membutuhkan pengawasan yang ekstra.
Namun pengelola sekolah di Surabaya, Jawa Timur punya pemikiran yang berbeda dalam urusan study tour.

Para murid dari SD Muhammadiyah 4 Surabaya memutuskan lokasi study tour yang sangat jauh dari sekolahnya. Bukan hanya ke luar kota, pengelola sekolah membawa anak didiknya liburan sambil belajar di luar negeri.
Dalam video yang diunggah akun Tiktok @hendra_adityaa, merekam saat rombongan anak SD tersebut sedang berada di Osaka, Jepang.

Awalnya pemilik akun menyorot rombongan anak kecil yang sedang berjalan dengan berbaris. Beberapa dari mereka tampak menggunakan hijab dan menenteng bawaannya masing-masing.
Saat bertemu rombongan itu, pengunggah video menyebut ia sempat mengobrol dengan kepala sekolahnya.

“ Aslinya mereka lagi study banding ke Osaka Jepang. Dari SD muhammadiyah 4 surabaya. Tadi sempet ngobrol sama pak kepala sekolah nya😅,” tulis keterangan videonya.
Hal ini tentu membuat iri warganet terutama mereka yang berasal dari generasi sebelumnya. Kebanyakan study tour di masa itu hanya dilakukan dengan mengunjungi destinasi di luar kota atau luar pulau di Indonesia. Bahkan, sebagian sekolah tidak pernah melakukan program study tour tersebut.
Alhasil, video ini menjadi viral di media sosial dan telah ditonton sebanyak lebih dari 6,3 juta kali. Tak hanya itu, video ini juga menuai berbagai tanggapan warganet di kolom komentarnya.
“ Setiap jenjang pendidikan nde Muhammadiyah jan gak sepele tenan.,” tulis akun @Iqbal_anandra.
“ muhammadiyah emang beda lah,” tulis akun @PitAlon.
“ w ke Bali aja udh ngerasa keren wkwkwkkw,” tulis akun @Yulia Arkanza.
“ kepala sekolah nya keren the best 😅,” tulis akun @tari_498.
“ gw yang cuma keluar kota aja ga di boleh in emak, palagi ini😭🙏,” tulis akun @hc.
Melihat tujuan study tour yang digelar sekolah, beberapa Tiktoker dibuat penasaran dengan biaya yang dikeluarkan siswa dan orang tua. Ada pula yang penasaran dengan biaya sekolah tersebut.
" Paling bayarnya jutaan soalnya ke Jepang gk tuh😳," komentar akun xyw_raaa mencoba menerka.
Akun @himatinpramytha turut menimpali dengan berkomentar, " Mau kaget, tapi udah tau kalo itu sekolah sultan 😌😭."
(NH)
@hendra_adityaa Aslinya mereka lagi study banding ke osaka jepang. Dari Sd muhammadiyah 4 surabaya. Tadi sempet ngobrol sama pak kepala sekolah nya😅 #fyp #jepang #osaka ♬ Japanizu Goburin Oneesan by Nayla - Naylaちゃん
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah