Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Garis Polisi (Shutterstock.com)
Dream - Pelataran Mapolres Jember, Jawa Timur mendadak geger. Seorang pria tiba-tiba mengamuk dan mengacungkan parang ke sejumlah polisi yang sedang bertugas pada Rabu, 12 Agustus 2020 lalu.
Pria diduga gangguan jiwa itu mengamuk dan menerobos masuk halaman Mapolres Jember. Saat berada di halaman, dia membuka jok motor dan mengambil parang serta mengacungkannya kepada para petugas.
" Ya dia orang stres, tiba-tiba masuk ke halaman Mapolres Jember tanpa melapor ke petugas jaga," ujar Wakapolres Jember, Kompol Wyndi Syafutra, saat dikonfirmasi, dikutip dari Merdeka.com.
Sebagaimana aturan yang berlaku, Wyndi menceritakan, setiap pengunjung Mapolres Jember diharuskan memarkirkan kendaraannya di luar halaman Mapolres. Selanjutnya tamu akan diminta melapor kepada petugas jaga.
" Dia naik motor langsung masuk ke halaman Mapolres. Lalu mengeluarkan parang dari jok motornya," lanjut Wyndi.
Aksi pria itu terekam dalam video berdurasi 1:16 menit dan viral di media sosial. Dalam video itu terlihat si pria langsung mengayunkan parang dan berteriak-teriak kepada orang-orang di sekitarnya. Beberapa anggota Polres Jember mengancam pria itu dengan mengeluarkan senjata meski tidak terdengar letusan.
" Orangnya tidak bisa diajak berkomunikasi. Marah-marah begitu. Tapi kemudian bisa diamankan oleh anggota," tutur Wyndi.
Setelah melalui proses alot, pria itu ditangkap petugas. Diketahui, pria itu berinisial CAP (34) berasal dari Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Jember.
" Diamankan sementara, sambil akan diperiksakan ke dokter jiwa. Jika memang stres akan dikembalikan ke keluarga atau dititipkan ke Dinas Sosial," pungkas Wyndi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui beberapa jam sebelum membuat kehebohan di Mapolres Jember, CAP sempat diduga melakukan pemalakan.
Peristiwa dugaan pemalakan itu terjadi di kantor BRI unit Rambipuji.
Petugas keamanan BRI kemudian melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Rambipuji untuk meminta pengamanan. Sesaat sebelum anggota Polsek Rambipuji tiba, CAP sudah meninggalkan kantor BRI unit Rambipuji.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya