Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Peneliti Temukan Lubang Hitam Raksasa Lebih Besar Dari Galaksi Bima Sakti. (Foto: NASA)
Dream - Sebuah Black Hole atau Lubang Hitam berukuran raksasa baru-baru ini ditemukan di sebuah galaksi yang menghadap ke Bumi.
Lubang Hitam tersebut ukurannya jauh lebih besar, bahkan melebihi Galaksi Bima Sakti, tempat planet Bumi bersemayam.
Temuan ini didapatkan setelah para peneliti mengklasifikaskan ulang sebuah galaksi bernama PBC J2333.9-2343.
Salah satu peneliti, Dr. Lorena Hernandez-Garcia, mengatakan timnya di Royal Astronomical Society sedang mempelajari perilaku aneh dari galaksi tersebut.
Para peneliti menduga galaksi tersebut telah bergerak dan saat ini menghadap ke arah Bumi.
Perubahan arah tersebut disebabkan oleh pancaran relativistik dari lubang hitam supermasif itu.
" Kami harus banyak melakukan penelitian untuk memastikannya," ujar Lorena.
Galaksi tersebut berjarak 657 juta tahun cahaya, dan diklasifikasikan sebagai galaksi radio.
Namun, fenomena luar angkasa misterius telah mengubah arah galaksi itu hingga membuatnya menghadap ke Bumi.
Para peneliti memperkirakan panjang galaksi tersebut hampir 4 juta tahun cahaya atau hampir 40 kali ukuran Bima Sakti.
Hingga saat ini, para peneliti belum bisa memastikan apa yang menyebabkan perubahan arah tersebut.
Namun, sebagian menduga Galaksi PBC J2333.9-2343 bertabrakan dengan galaksi lain yang menyebabkannya berubah arah.
" Belum jelas bagaimana galaksi kita akan terpengaruh lubang hitam itu," demikian pernyataan dari Royal Astronomical Society.
Lubang hitam ini bukan satu-satunya ancaman yang Bumi hadapi saat ini.
Setidaknya, ada tiga asteroid dekat bumi (Near Earth Asteroids/NEA) di tata surya bagian dalam, yang menimbulkan risiko serius bagi Bumi.
Sumber: New York Post
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

