Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Pemerintah kota Lebanon membuat kebijakan mengejutkan dalam menarik para pelancong ke negaranya. Mereka merekrut para wanita cantik dan berkaki jenjang untuk menjadi Polisi Wanita (Polwan).
Kehadiran Polwan tambahan ini tentu saja berbeda dari polisi yang selama ini bertugas. Dari pakaian saja, penampilan mereka sudah sangat berbeda.
Dikutip dari laman liputan6.com dari Russian Today, para Polwan khusus ini tentu saja tak mendapat pendidikan keras seperti para polisi lainnya. Tugas mereka hanya untuk berpatroli di jalanan kota Broummana, Lebanon.
Setelah seragam mereka pun sangat jauh dari kesan sangar. Polwan cantik ini hanya memakai kaus hitam bertuliskan Police dan baret merah di kepala.
© Ilustrasi (shutterstock)
Yang jadi sorotan tentu saja celana yang dipakai. Polwan-polwan tambahan ini hanya mengenakan celana pendek yang memamerkan kaki jenjang mereka.
Penampilannya pun penuh dengan pulasa make up. Polwan ini bertugas lengkap dengan bulu mata palsu, rambut yang dicatok dan sapua kuteks berwarna di kuku-kuku yang panjang.
" Sekitar 99 persen turis di kawasan Mediterania mengenakan celana pendek," kata Wali Kota Broummana, Pierre Achkar.
Achkar berharap, para Polwan cantik akan menarik lebih banyak turis untuk datang ke kotanya dan membuat citra Lebanon membaik. " Kami ingin mengubah gambaran suram Lebanon di mata Barat," tambah Achkar.
Namun langkah nyeleneh sang wali kota ternyata tak tak disukai semua warga Lebanon. Warganet Lebanon menilai cara menarik turis dengan umpan para perempuan cantik tak semestinya dilakukan.
" Sungguh konyol dan seksis," kata pengguna Facebook bernama Joelle Petrakian.
Ia juga menyoroti pakaian para polisi pria yang sama sekali tak mengalami modifikasi. Mereka tetap pakai celana panjang.
" Anda ingin mempromosikan kesetaraan dan keterbukaan? Sediakan seragam yang sama untuk pria dan wanita. Itu yang dilakukan di negara " modern" , " tulisnya, seperti dikutip dari timesnownews.com.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya