Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Game PUBG Bikin Kecanduan, Termasuk Seorang Ibu Rumah Tangga Di UEA. (Foto: Extreme Tech)
Dream - Siapa bilang game online PUBG hanya berbahaya untuk anak-anak? Permainan ini ternyata bisa merusak keharmonisan rumah tangga.
Seperti halnya Counter-Strike, PUBG ini sangat membuat kecanduan para pemainnya.
Candu permainan PUBG inilah yang membuat mahligah pernikahan pasangan di Uni Emirat Arab jadi berantakan.
Ini bukan masalah sang istri marah karena kalah dari sang suami ketika bermain PUBG.
Pernikahan mereka hancur karena sang istri mengamuk setelah dilarang bermain PUBG oleh suaminya.
Kapten Wafa Khalil Al Hosani, Direktur Pusat Sosial di Kepolisian Ajman, mengatakan mereka menangani salah satu kasus perceraian paling aneh.
Menurut Kapten Wafa, seorang wanita muda berusia 20-an datang dan mengajukan gugatan cerai dari suaminya.
Wanita yang tak disebutkan namanya itu mengaku habis bertengkar dengan suaminya setelah dilarang bermain PUBG.
Dia merasa hak-haknya telah dirampas oleh sang suami karena dilarang bermain game online tersebut.
" Dia mengatakan alasan suaminya melarang bermain game online tersebut. Suaminya takut dia mengabaikan tugas sebagai ibu rumah tangga," kata Kapten Wafa.
Wanita muda itu mengatakan dia sudah me-nonaktifkan fitur chat dalam game itu. Selain itu, dia hanya main bareng dengan teman dan saudaranya saja.
Dia menambahkan suaminya sudah keterlaluan. Karena hanya dari game itulah dia mendapatkan kesenangan dan hiburan.
Kapten Wafa menambahkan suami wanita itu juga takut kalau istrinya menjadi ketagihan dengan PUBG dan lupa terhadap keluarga.
Namun, jawaban berbeda diberikan oleh suaminya. Menurutnya, apa yang dilakukannya itu bukan untuk mengekang kebebasan istrinya.
Kata sang suami, dia melarang istrinya bermain game online sebagai langkah pencegahan agar rumah tangganya tidak berantakan.
Sebab, jika seseorang sudah kecanduan game online, maka dia akan melupakan atau melalaikan tugas-tugasnya.
Sang suami mengaku merasa terkejut dengan langkah istrinya yang mengajukan cerai hanya karena dilarang bermain PUBG.
Dia tidak ingin rumah tangganya berakhir hanya karena permainan game online.
Sementara itu, Kapten Wafa akan berusaha sebaik mungkin agar masalah ini tidak berakhir dengan perceraian.
(Sumber: Gulfnews.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya