Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Sekertariat Presiden)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti munculnya gelombang kedua penularan virus Corona seperti yang sudah melanda sejumlah negara di Eropa. Jokowi meminta semua pihak untuk tak teledor dan tetap tetap waspada.
" Saya ingin menekankan sekali lagi, hati-hati karena di Eropa sudah muncul gelombang kedua yang naiknya sangat drastis sekali. Jadi jangan sampai kita teledor, jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita," kata Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna dari Istana Negara Jakarta, Senin 2 November 2020.
Jokowi mengatakan kasus Corona di sejumlah negara di Eropa mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jokowi meminta fenomena gelombang kedua Corona di Eropa menjadi perhatian semua pihak.
" Saya lihat beberapa negara. Prancis melompatnya dari berapa ke berapa, Italia juga melompatnya, Inggris, Jerman, Spanyol, ada kenaikan yang sangat drastis, ini agar menjadi perhatian kita semuanya dan kehati-hatian kita semuanya," kata Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan mengenai rata-rata kasus Corona di Indonesia yang berada di bawah rata-rata dunia.
Jokowi berharap kasus positif Corona di Indonesia bisa terus ditekan.
" Kita memiliki kasus aktif sebesar 13,78 persen, rata-rata dunia kasus aktif dunia 25,22 persen. Ini yang terus harus tekan, sehingga angka 13,78 persen ini bisa kita perkecil lagi. Kemudian juga tingkat kesembuhan yang semakin baik kita sekarang di angka 82,84 persen, rata-rata dunia 72 persen, jadi angka kesembuhan kita lebih ini juga agar diperbaiki lagi," ujar dia.
Kasus aktif adalah kasus konfirmasi positif Covid-19 dikurangi jumlah pasien yang sembuh dan meninggal.
Selain perkembangan positif, Jokowi juga turut menyoroti rata-rata angka kematian di Indonesia yang masih di atas rata-rata dunia.
Dia menegaskan hal itu harus menjadi perhatian semua.
" Yang masih kita di atas rata-rata dunia adalah angka kematian atau kasus meninggal di Indonesia, itu kita masih di angka 3,38 persen, rata-rata dunia 2,5 persen ini yang patut menjadi perhatian kita semuanya," ujar dia.
Selain itu, Jokowi juga mengingatkan jajaran menterinya untuk selalu menjaga keseimbangan saat mengatasi dampak kesehatan dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
" Kita harus tetap fokus untuk mengatur menjaga keseimbangan, titik keseimbangan antara penangan kesehatan dan pemulihan ekonomi, ini yang saya kira sudah berpuluh-puluh kali saya sampaikan tetapi perlu sekali lagi ini saya tekankan," tutur Jokowi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya