Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ratusan warga Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi korban kartu BPJS palsu. Kartu bodong ini diterima warga dari sebuah lembaga berkedok peduli duafa.
" Sebanyak 200-an orang yang mendaftar. Jadi, lembaga itu datang ke desa dan menawarkannya sejak delapan bulan yang lalu," kata Lurah Desa Kertajaya, Bandung Barat, Fauzy Samsul, dilansir dari Merdeka.com, Minggu 24 Juli 2016.
Fauzy mengatakan kasus ini terungkap ketika kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki warganya tak bisa digunakan untuk berobat di salah satu rumah sakit di Cimahi, Jawa Barat. Setelah dikumpulkan, ternyata ada ratusan warga yang memang menerima kartu BPJS Kesehatan dari pihak yang sama. Mayoritas mereka berasal dari Desa Kertajaya.
" Dulu, ada iuran satu orang sebesar Rp100 ribu untuk kartu BPJS ini. (Lembaga itu) menawrkan BPJS Kesehatan. Otomatis diterima karena di desa kami juga ada (program) desa siaga," kata dia.
Fauzy mengatakan banyak warganya yang tertarik untuk mengikuti program ini karena belum terfasilitasi akses kesehatan. Mereka pun akhirnya mempercayakan pembuatan kolektif yang digagas lembaga duafa itu.
" Di desa itu banyak warga kami yang tidak terfasilitasi dan tidak terdata Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dulunya," kata dia.
Fauzy mengatakan akan melaporkan kasus ini kepada aparat berwajib. Dia memperkirakan ada Rp22 juta yang diperkirakan mengalir ke lembaga berkedok peduli duafa itu.
" Akan dilaporkan karena di sini banyak yang dirugikan," kata dia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mengatakan banyaknya temuan kartu bodong ini menunjukkan semakin banyak orang yang tidak bertanggung jawab yang memalsukan identitas pemerintah. Deddy pun meminta kasus ini segera diproses secara hukum.
" Saya kira semua bisa dipalsukan. Sertifikat saja bisa dipalsukan. Kepemilikan lahan dipalsukan. Apa yang enggak bisa. Itu kondisi kita sekarang. Tipu-tipu masih ada. Ini jelas harus diusut," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya