Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kemajuan teknologi tentu saja memudahkan setiap orang untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Termasuk aplikasi pesan pendek berbasis internet, yang membuat kita mudah berhubungan satu sama lain.
Tapi di sisi lain, kehadiran aplikasi pesan pendek berbasis internet seperti WhatsApp rupanya memiliki dampak negatif. Seperti fenomena yang tengah marak di Italia.
Menurut catatan Asosiasi Pengacara Perceraian Italia, 40 persen kasus perceraian yang terjadi di negeri Pizza menggunakan percapakan via WhatsApp sebagai barang bukti.
" Sosial media mendorong pengkhianatan di Italia. Membuat perselingkuhan lebih mudah. Awalnya lewat pesan pendek (SMS), kemudian Facebook dan kini WhatsApp," kata Gian Ettore Gassani, Presiden asosiasi itu kepada Times.
Dengan aplikasi WhatsApp, mereka yang berselingkuh dapat sering berkomunikasi dengan mudah. Menjalin lebih dari satu hubungan di waktu yang sama, bahkan bisa saling bertukaran foto.
Meski begitu, Gassani memberikan peringatan untuk mereka yang doyan berselingkuh via WhatsApp. Sebab, cara seperti itu juga lebih mudah terbongkar.
" Pasangan Anda akan lebih sering curiga saat mendengar suara tanda ada pesan masuk," kata Gassani.
Di Italia, 81 persen pengguna iPhone memasang WhatsApp di ponsel pintar mereka.
WhatsApp diketahui punya lebih dari 600 juta pengguna dan aplikasi lintas platform itu sudah dibeli Facebook pada Februari lalu.
(Ism, Sumber: Mashable)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya