Ini Biang Kerok Buruknya Kualitas Udara Jakarta

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 2 Agustus 2019 19:00
Ini Biang Kerok Buruknya Kualitas Udara Jakarta
Udara buruk berasal dari sektor transportasi dan industri.

Dream - Jakarta menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, menurut Air Quality Index (AQI). Kondisi itu menjadi tamparan keras bagi Indonesia.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Erlina Burhan, mengatakan, sumber utama polutan udara luar ruangan yang ada di Jakarta berasal dari transportasi dan sektor industri.

" Berdasarkan data yang ada, sebagian besar polusi udara di Indonesia berasal dari transportasi sebesar 80 persen, diikuti industri, pembakaran hutan," ujar Erlina di Jakarta, Jumat 2 Agustus 2019.

Erlina menjelaskan, berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), hanya ada delapan persen masyarakat dunia yang menghirup udara sehat.

" Dari data WHO, saat ini 92 persen penduduk dunia menghirup udara dengan kualitas yang buruk," ucap dia.

1 dari 5 halaman

Gangguan Pernapasan

Dari data WHO itu, ada tujuh juta penduduk dunia meninggal dunia akibat menghirup udara dengan kualitas yang buruk. Dari tujuh juta penduduk dunia itu, rupanya dua juta orang berasal dari Asia Tenggara.

Erlina menerangkan, tujuh juta orang yang meninggal itu karena menderita penyakit paru dan gangguan pernapasan, seperti ISPA, asma, bronkitis, tuberculosis.

" Polusi udara ini sangat rentan terhadap anak usia balita, lalu usia lima hingga 18 tahun," ucap dia.

Dampak paling cepat dirasakan ketika menghirup udara buruk yakni batuk, sesak napas, peningkatan pasien di rumah sakit karena infeksi saluran pernapasan, asma.

2 dari 5 halaman

Kualitas Udara Jakarta Paling Buruk di Dunia

Dream - Jakarta memiliki kualitas udara terburuk di dunia dalam dua hari terakhir. Penilaian itu didasarkan pada Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) AirVisual yang disusun pada Juni-Juli 2019.

Pelaksana Harian Deputi Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Nasrullah, mengatakan, pemeringkatan AQI AirVisual itu dilakukan setiap jam.

" Pada pagi hari biasanya KU Jakarta memang menurun drastis dan sering menembus peringkat satu. Akan tetapi hal tersebut tidak permanen dan berubah seiring waktu ketika menuju siang hingga malam," ujar Nasurullah dalam keterangan tertulisnya, Selasa 30 Juli 2019.

Di Jakarta, alat pengukuran kualitas udara terdapat di delapan lokasi, dengan konsentrasi PM2.5 (debu polutan berukuran ~2.5 mikron). Dari delapan lokasi itu, ada tiga alat pengukur instrumen berstandar internasional, yakni satu unit milik BMKG di Kemayoran dan dua unit lainnya milik Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Sementara, alat pengukur kualitas udara lainnya dimiliki oleh Greenpeace dan perseorangan. Alat tersebut menggunakan instrumen low-cost sensor.

3 dari 5 halaman

Jarak Pandang Hanya 5-7 Kilometer

Dengan kualitas udara di Jakarta yang buruk, BMKG mencatat pada Senin, 29 Juli 2019 jarak pandang terjauh tercatat sekitar 5-7 kilometer saja. Sementara kelembaban relative (RH) berkisar 70-85 persen.

BMKG mencatat jumlah polutan akan meningkat secara drastis pada pagi hari ketika masyarakat mulai beraktivitas. Polutan itu dihasilkan dari asap kendaraan bermotor.

Selain itu, meningkatnya jumlah polutan dibarengi dengan berbagai aktivitas proyek seperti pembangunan trotoar di beberapa titik di Jakarta serta pembangunan Light Rail Transit (LRT).

BMKG berharap pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama membersihkan udara. Dari sisi pemerintah, bisa memperbanyak ruang terbuka hijau dan menanam pohon yang dapat menghisap polutan.

Untuk masyarakat diharapkan mau berpindah ke moda transportasi umum. Selain itu juga mau melakukan penghijauan di lingkungannya.

4 dari 5 halaman

Jokowi Minta BMKG Blak-blakan Soal Kawasan Rawan Bencana

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tegas melarang pembangunan di sejumlah infrastruktur zona merah.

" Ini rawan gempa, lokasi ini rawan banjir. Jangan dibangun bandara, jangan dibangun bendungan, jangan dibangun perumahan," ucap Jokowi, dilaporkan Liputan6.com, Selasa, 23 Juli 2019.

Menurut Jokowi, BMKG harus menyampaikan setiap informasi yang dimiliki apa adanya. Informasi tersebut dibutuhkan agar setiap pembangunan dilakukan mengacu pada laporan BMKG.

" Kalau daerah-daerah rawan bencana ya tolong diberitahukan sampai ke daerah," ujarnya.

BMKG, lanjut presiden, harus tegas menyampaikan kerawanan suatu lokasi. Cara itu dibuat agar kesalahan jelang pembangunan dapat dikurangi.

" Tegas sampaikan. jangan sampai kita mengulang sebuah kesalahan yang jelas-jelas di situ jelas garisnya lempengan tektonik, kok dibangun perumahan besar," kata dia.

Jokowi juga meminta BMKG mengedukasi masyarakat secara instentif.

Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat tak mencuri atau merusak perlengkapan deteksi bencana milik BMKG.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

5 dari 5 halaman

Kisah Sutopo Berjuang Kabarkan Bencana Saat Kanker Menyerang

Dream - Meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho menyisakan duka mendalam bagi rakyat Indonesia. Pria asal Boyolali, Jawa Tengah itu menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan akibat kanker paru-paru di Guangzhou, Tiongkok, pada Minggu, 7 Juli 2019 pukul 02.00 waktu setempat atau 01.00 WIB.

Kiprah Sutopo di dunia kebencanaan tidak bisa dianggap remeh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menjadi pusat informasi bencana yang di Indonesia bagi jurnalis hingga lembaga-lembaga dunia.

Divonis kanker stadium 4 pada Desember 2017 lalu tidak menyurutkan tekad Sutopo mengabarkan situasi bencana ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Dia terus memberikan perkembangan data bencana hingga dampak dan kondisi terkini dari para korban meski dalam fisik yang terus melemah.

Di waktu bersamaan, Sutopo juga mengazamkan diri untuk melawan segala bentuk hoaks atau kabar bohong seputar kebencanaan. Dia begitu sigap memberikan klarifikasi hingga membuat banyak unggahan media sosial untuk menangkal hoaks.

Semangat Sutopo muncul tidak lain dari motivasi ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Dia amat mencintai pekerjaan dan berjuang dengan penuh ketekunan menjalankan amanah yang diemban.

Beri Komentar