Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
WHO Umumkan Adanya Wabah Virus Ebola Yang Terjadi Di Kongo
Dream - Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya wabah baru virus Ebola di Wangata, Mbandaka, Provinsi Equateur, Republik Demokratik Kongo.
Kementerian Kesehatan Kongo mengungkpakn telah terdeteksi empat kasus kematian dan dua lainnya masih dalam perawatan. Keenam kasus ini telah terkonfirmasi melalui hasi test laboratorium.
WHO memperkirakan, kemungkinan akan adanya lebih banyak pasien yang terinfeksi virus Ebola dengan kurangnya pengawasan.
" Ini adalah pengingat bahwa Covid-19 bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang tengah dihadapi oranng-orang," jelas Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dalam laman resmi WHO, Selasa 2 Juni 2020.
" Meski perhatian kita masih tertuju pada pandemi virus Covid-19, WHO akan terus memantau dan menanggapi banyak keadaan darurat kesehatan lainnya," tambah Tedros.
Ini merupakan kasus penemuan Ebola ke-11 di Kongo sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1967. Kota Mbandaka dan sekitarnya menjadi hotspot wabah Ebola ke-9 di Republik Demokratik Kongo sejak Mei hingga Juli 2018.
" Hal ini merupakan sebuah tantangan. WHO Telah bekerja selama dua tahun terakhir dengan otoritas kesehatan setempat, CDC Afrika dan mitra lainnya untuk memperkuat kapasitas nasional dalam menangani wabah virus Ebola," jelas Dr. Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika.
" Untuk memastikan adanya penanganan tepat, WHO berencana mengirim tim untuk mendukung peningkatan kinerja tim medis Afrika. Mengingat wabah virus lainnya yang tengah terjadi dan menyebar dengan cepat."
WHO telah berada di Mbandaka untuk menghentikan wabah ini sejak tahun 2018. Tim WHO memiliki tugas mengumpulkan dan menguji sampel yang akan dirujuk ke laboratorium nasional. WHO juga memastikan adanya layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat dimasa seperti ini.
Wabah Ebo ke-10 Republik Demokratik Kongo, di provinsi Kivu Utara, Kivu Selatan dan Ituri sedang dalam tahap terakhir. Pada 14 Mei 2020, Departemen Kesehatan mulai melakukan penghitungan 42 hari untuk deklarasi akhir wabah tersebut.
Wabah virus Ebola baru diperkirakan terjadi di Republik Demokratik Kongo melalui hewan liar, mengingat kebiasaan masyarakat di negara tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya