4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi Obat. (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat negara lain di dunia masih berkutat menemukan vaksin, Rusia mengklaim akan meluncurkan obat untuk menyembuhkan pasien Covid-19.
Rusia ingin segera mempersingkat langkah penting pencegahan penyebaran Covid-19 untuk mengembalikan roda perekonomian agar kembali normal seperti sedia kala.
Dilansir Times of India, beberapa rumah sakit di Rusia akan mulai membagikan obat antivirus Covid-19 dengan nama Avifavir mulai 11 Juni 2020 mendatang.
Dalam sebuah wawancara, kepala Russian Direct Investment Fund (RDIF) Kirill Dmitriev mengatakan perusahaan obat Rusia ChemRar akan mulai memproduksi 60.000 butir setiap bulan.
Hingga saat ini belum ada obat maupun vaksin Covid-19 yang dinyatakan telah lulus uji dan bebas diperjualbelikan Sementara beberapa upaya uji klinis terhadap obat-obatan yang ada belum menunjukkan keefektifannya.
Avifavir, yang lebih dikenal sebagai Favipiravir, pertama kali dikembangkan di Jepang oleh anak perusahaan Fujifilm pada tahun 1990.
Dmitriev mengatakan ilmuwan Rusia telah memodifikasi obat tersebut untuk mengobati pasien Covid-19.
Moskow akan siap membagikan rincian tentang modifikasi terhadap obat itu dalam dua minggu ini.
Sebelumnya Jepang telah melakukan uji coba terhadap obat yang sama. Di Jepang, Avifavir disebut dengan Avigan.
Selain dipuji Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, obat Avigan juga mendapat pendanaan pemerintah sebesar US$128 juta.
Sayangnya, dana tersebut masih belum bisa digunakan untuk membiayai penelitian terhadap Avigan.
Avifavir sendiri baru masuk dalam daftar obat yang disetujui untuk digunakan mengobati pasien Covid-19 di Rusia pada Sabtu, 30 Mei 2020.
Dmitriev mengatakan uji klinis obat telah dilakukan terhadap 330 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa obat itu sebagian besar berhasil mengobati pasien dalam waktu empat hari.
Uji coba itu akan selesai dalam waktu sekitar satu minggu. Tetapi kementerian kesehatan telah memberikan persetujuan untuk penggunaan obat di bawah proses khusus yang dipercepat dan produksi telah dimulai pada bulan Maret.
Dmitriev mengatakan Rusia dapat menyingkat waktu pengujian karena obat itu telah menjalani pengujian signifikan sebelum spesialis Rusia memodifikasinya.
Selain itu, obat yang didasarkan pada Avifavir itu telah didaftarkan pertama kalinya pada tahun 2014 di Jepang.
" Kami percaya (obat) ini adalah pengubah keadaan. Ini akan mengurangi ketegangan pada sistem perawatan kesehatan. Semakin sedikit orang yang mengalami kondisi kritis," kata Dmitriev.
" Kami percaya bahwa obat itu adalah kunci untuk melanjutkan kembali kegiatan ekonomi secara penuh di Rusia," tambahnya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
