Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Setiap pertanyaan pasti ada jawabannya. Termasuk apa yang akan terjadi jika sebuah bola basket dijatuhkan dari ketinggian ratusan meter.
Dalam sebuah video di YouTube, sekelompok pemuda melakukan eksperimen tentang apa yang akan terjadi jika bola basket dijatuhkan dari atas Bendungan Gordon di Tasmania, yang tingginya mencapai 126,5 meter.
Ketika dijatuhkan bola pertama, bisa dilihat bola basket akan terdorong sedikit oleh angin. Namun bola basket akan meluncur ke bawah secara lurus dan jatuh di bawah sekitar tempat bola dijatuhkan.
Pada lemparan kedua, bola dijatuhkan sambil diberi 'back spin' atau pelintiran ke arah belakang.
Tahu apa yang terjadi? Ternyata bola jatuh melengkung dan jatuh pada titik yang sangat jauh dari titik sekitar bola dijatuhkan. Pertanyaannya mengapa ini bisa terjadi?
Dalam dunia fisika, ini adalah apa yang disebut Efek Magnus yang ditemukan oleh ahli fisika Jerman, Heinrich Gustav, pada tahun 1852.
Menurut Magnus bola yang bergerak sambil berotasi menimbulkan aliran udara. Akibat rotasi bola, aliran udara yang searah dengan arah rotasi bola (udara di sisi depan bola) bergerak relatif cepat dibandingkan dengan aliran udara pada sisi lainnya.
Berdasarkan prinsip Bernoulli, semakin cepat udara mengalir, semakin kecil tekanannya. Akibatnya, tekanan di sisi lain bola lebih besar dibandingkan tekanan di depan bola.
Perbedaan tekanan ini menimbulkan gaya yang membelokkan bola ke arah depan bola. Membeloknya bola akibat perbedaan tekanan udara ini sering disebut Efek Magnus.
Teori ini kemudian dikembangkan Sir Isaac Newton hampir dua ratus tahun kemudian untuk menjelaskan efek melayang pada bola tenis di Cambridge College.
Efek Magnus sangat berguna dalam bidang olah raga seperti tenis, golf, dan sepak bola. Tetapi juga bisa dimanfaatkan dalam bidang perkapalan dan penerbangan.
Dalam bidang perkapalan, Efek Magnus digunakan untuk menghemat bahan bakar selain mendorong kapal agar bisa bergerak maju lebih kencang.
Di dunia penerbangan, Efek Magnus pernah digunakan untuk menggantikan sistem sayap. Sayangnya, selain menghasilkan gaya angkat, Efek Magnus juga memiliki gaya hambat sehingga tidak praktis dalam aplikasinya.
(Ism, Sumber: WittyFeed.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya