Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Disabilitas Yang Akan Berkompetisi Di Kejuaraan IT Di Busan, Korea Selatan (Foto: Dream.co.id/Diah Tama Yanti)
Dream - Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) dan produsen es krim, Wall`s memberangkatkan satu tim yang berisi empat disabilitas untuk mengikuti Global Information Technology Challenge (GITC) di Busan, Korea Selatan.
Wakil Ketua I YPAC Nasional, Retty Irwan, mengatakan, lewat kejuaraan berbasis teknologi informasi itu untuk menghilangkan stigma terhadap kaum disabilitas.
“ Pada dasarnya masih ada stigma kalau anak anak disabilitas dianggap tidak bisa, padahal kita punya motto anak disabilitas tidak menghalangi mereka berprestasi,” ucap Retty, di Jakarta, 22 November 2019.
Sebelum keberangkatannya ke Busan, Retty mengatakan, empat peserta itu
diberikan pembekalan IT secara online oleh intruktur IT YPAC Nasional selama empat bulan.
Selain training secara online, peserta tersebut juga dikarantina selama empat hari di IT Trainning YPAC, ditemani dengan bimbingan dari 3 orang intruktur dari kominfo dan satu orang instruktur dari YPAC Nasional.
GITC digelar pertama kali pada 2011. Tim Indonesia baru mulai mengikuti kompetisi pada 2014.
Di tahun kedua keikutsertaan, tim Indonesia meraih gelar juara umur dan mendapat penghargaan tertinggi sebagai Global IT Leader 2015. Penghargaan tertinggi diperoleh Pramuditaya Dyan Prabaswara, remaja disabilitas low vision asal Kebumen, Jawa Tengah.
Tim Indonesia kembali meraih juara umum dan Global IT Leader pada gelaran GITC di New Delhi, India. Peraih Global IT Leader yaitu remaja putri dengan pendengaran tak maksimal bernama Fayza Putri Adila.
Selain kompetisi IT, GITC 2019 juga menghadirkan Forum Inovasi dan Inklusi. Peserta yaitu para pendamping dan perwakilan pemerintah dari masing-masing negara.
Tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memaparkan kondisi IT terkini di Indonesia, khususnya dalam mendukung penyandang disabilitas. Topik dari diskusi di forum ini, yakni inklusi beragam disabilitas hendaknya dapat diimplementasikan di setiap institusi/kementerian di tiap negara.
(Laporan: Diah Tama Yanti)
Dream - Memakai hijab, bagi mereka yang memiliki tangan lengkap merupakan hal sederhana. Namun tak demikian untuk hijaber dengan disabilitas, yang tak memiliki tangan lengkap.
Pernah membayangkan bagaimana seorang perempuan yang tak punya tangan menggunakan hijabnya? Sebuah video tutorial seorang hijaber disabilitas asal Malaysia diunggah di media sosial Instagram.
Dalam video tersebut, tampak hijaber remaja itu tak memiliki tangan. Keterbatasannya itu tak menghalanginya menjalani syariah. Ia menggunakan kakinya untuk menyampirkan hijabnya di kepala agar rambutnya tertutupi dengan sempurna.
Awalnya hijaber tersebut memasukkan peniti ke hijab kuningnya menggunakan jempol kaki dan telunjuk. Setelah itu baru kemudian digunakan di kepala. Kondisi hijab yang berantakan kemudian dirapikannya kembali dengan jari kakinya.

Dalam hitungan singkat hijabnya pun tertata rapi. Remaja perempuan yang melihatnya tampak terkesima dengan kemampuan hijaber disabilitas itu memakai hijab menggunakan kakinya. Masya Allah!
Penasaran seperti apa? Tengok saja videonya di sini
Dream - Disadari atau tidak kita terkadang mengeluhkan banyak hal yang sebetulnya tak patut. Mulai dari pekerjaan terlalu berat, waktu istirahat pendek, atau keluhan-keluhan lain dalam keseharian kita.
Belum lagi jika sudah berkeluh kesah tentang gaji bulanan yang pas-pasan hingga kita lupa mengucap syukur.
Namun kisah seorang pengantar makanan di bawah ini sebaiknya menjadi renungan. Pelajaran untuk kita mengerti tentang arti bekerja, lebih mencintai, dan mensyukuri apa yang kita miliki saat ini.
Kisah ini dibagikan oleh seorang pengguna facebook dengan akun Baliami Conmigo.
Melansir The Vocket, Baliami yang kala itu tengah merasa lapar memesan dua potong ayam goreng dari layanan pengiriman makanan secara online.
Setelah menunggu beberapa waktu, sang pengantar memberi kabar jika dia telah sampai di areal parkiran apartemen tempat Baliami tinggal.
Malas untuk turun mengambil makanan karena lift apartmen tengah rusak, Baliami meminta tolong pengantar untuk mengantar pesanannya ke depan pintu rumahnya di lantai 14.
Tanpa sungkan pengantar makanan itu langsung mengabulkan permintaan Baliami. Dengan hanya akses tangga, si pengantar makanan itu langsung menaiki tiap tangga hingga ke lantai 14.
Sesampainya disana bahkan sang pengantar meminta maaf kepada Baliami karena terlambat mengantar.
Baliami yang diliputi emosi kaget bercampur sedih sontak memberikan bayaran ditambah sejumlah uang tip untuk sang pengantar.
" Ada banyak orang di luar sana yang bekerja keras untuk menghidupi keluarga mereka. Orang-orang dengan kebutuhan khusus bahkan lebih kuat dari kita sementara kita masih pemilih dan malas. Bukankah kita semua malu akan diri kita sendiri?" Tulis Baliami seraya mengakhiri postingannya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya