Masya Allah, 32 Napi Wanita Lulus Menjadi Guru Mengaji

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 25 November 2019 08:01
Masya Allah, 32 Napi Wanita Lulus Menjadi Guru Mengaji
Ilmu agama yang dipelajari jadi bekal ketika keluar dari lapas.

Dream - Sebanyak 32 napi wanita di lembaga pemasyarakatan (lapas) Kelas II A Malang, Jawa Timur menggunakan jilbab hijau. Para napi wanita tersebut menjalani ujian hafalan surah, tajwid, tartil, dan gharib, Rabu, 20 November 2019.

Di aula lapas mereka menjawab pertanyaan yang diajukan penguji. Meski suasana tampak tegang, keceriaan pecah saat ujian dinyatakan selesai.

Tepuk tangan dan syukur terucap. Mereka menangis dan memeluk orang tua masing-masing.

Wisuda pun digelar. Para napi tersebut diwisuda sebagai ustazah atau guru belajar Alquran.

Salah satu napi perempuan yaitu, Eny Parwati. Dia berharap bisa mengamalkan ilmu agama yang didapat di lingkungannya dan masyarakat begitu keluar dari penjara.

" Alhamdulillah sangat senang sekali, karena sebelumnya saya belum mendalami ilmu agama sama sekali," ucap Eny.

 

1 dari 5 halaman

Berharap Bisa Mengajar Mengaji

Eny merupakan napi wanita karena tersandung kasus narkoba. Dia mengaku mendaftar belajar Alquran karena keinginan pribadi. Dia tidak kesulitan menerima ilmu lantaran pembelajaran dengan metode UMMI cukup mudah dipahami dan menyenangkan.

" Setelah bisa baca Alquran dengan baik, Insya Allah saya bisa mengajari teman-teman di sini. Serta bermartabat untuk masyarakat luas," kata dia.

Setelah selesai menjalani masa hukumannya yang tinggal enam bulan lagi, Eny ingin membantu mengajar di lembaga tempatnya belajar Alquran.

" Lembaga itu kan juga ada perwakilannya di Malang sini. Saya ingin ikut masuk bergabung," ucap dia.

Panitia wisuda guru Alquran di Lapas Klas II Malang, Arga Prasetya mengatakan semula ada 87 warga binaan lapas yang mendaftar jadi peserta belajar. Tapi, setelah diseleksi dan diuji, pada akhirnya tinggal tersisa 32 peserta.

" Di antara peserta yang wisuda hari ini sebenarnya ada yang sudah bebas. Tapi tetap kami panggil dan mau ikut hadir untuk wisuda," kata Arga.

Sumber: Liputan6.com/Zainul Arifin

2 dari 5 halaman

Ma'ruf Amin: Santri Jangan Merasa Tak Punya Masa Depan

Dream - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, mengajak para santri tidak berkecil hati. Menurut Ma'ruf, para santri harus optimis karena banyak di antara mereka yang sukses menjadi pejabat negara.

" Para santri, santri banyak jadi menteri. Betul kata Cak Imin, santri itu tidak boleh merasa tidak punya masa depan," ucap Ma'ruf saat meresmikan Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon di Magelang, Jawa Tengah, dikutip dari , Kamis 7 November 2019.

Santri, tambah Ma'ruf, bisa punya jabatan yang diinginkan, termasuk bupati, menteri, hingga presiden. Dia mmenyebut Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai santri yang pernah menjadi Preesiden.

Ma'ruf mengatakan, kelak jika ada santri yang jadi presiden, artinya akan ada pengulangan sejarah. " Gus Dur itu kan santri, santri Tegal Rejo lagi. Jadi kalau ada nanti santri Tegal Rejo jadi preiden, itu hanya mengulang sejarah saja itu, insyaallah," kata Ma'ruf.

3 dari 5 halaman

Peran di Forum Internasional

Santri, kata Ma'ruf, harus bisa tampil di forum internasional. Selain itu, dia meminta santri harus bisa ditempatkan dan mengerti kondisi digital terkini.

" Santri ini selain dipersiapkan menyiapkan untuk orang beragama tapi juga mempunyai ilmu-ilmu khusus ekspert untuk bidang-bidang yang lain," ujar dia.

Ma'ruf yakin ke depannya, para santri akan punya peran lebih besar di Indonesia. Selain optimisme, Ma'ruf juga meminta seluruh pihak untuk bergerak lebih maju dan mengawal negara ini.

" Kita harus yakin, kita ingin mendorong saya mengajak semua, bahwa mengawal negara adalah sesuatu yang tidak bisa tidak," kata dia.

Sumber: 

4 dari 5 halaman

Santri Diimbau Sebarkan Islam dengan Penuh Kasih Sayang

Dream - Habib Jindan bin Novel Salim bin Jindan mengimbau para santri menyebarkan Islam dengan penuh kasih sayang. Imbauan itu disampaikan dalam puncak peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2019.

" Ilmu dan agama yang asli akan memunculkan sikap tawadhu dan penuh kasih sayang kepada sesama," ujar Habib Jindan dalam keterangan tertulis Kementerian Agama.

Dia mengatakan, apabila santri belajar ilmu agama secara benar, maka tidak akan terjadi provokasi mengenai isu agama.

" Ilmu yang benar membuat pemiliknya tidak gampang terpancing provokasi. Hati-hati zaman sekarang banyak ustad yang aneh-aneh," tambah Habib Zindan.

Menurut dia, ilmu dan ketakutan kepada Allah itu tidak dapat dipisahkan. Sejatinya, semakin orang berilmu, maka tidak akan muncul rasa sombong dalam dirinya.

" Yang mengklaim berilmu tetapi tidak tercermin dalam sikap, maka ilmunya palsu," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, KH Ahmad Muwaffi atau Gus Muwaffiq, menyatakan, Islam tidak hanya bicara mengenai jubah atau pakaian saja.

" Jubah itu kalau di sini terwujud dalam bentuk sarung," kata Gus Muwaffiq.

Hari Santri pertama kali diresmikan pada 22 Oktober 2015. Penetapan hari santri diambil dari momen resolusi jihad pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari, yang menjadi penggerak perlawanan rakyat melawan penjajah. (eko)

5 dari 5 halaman

NU Bacakan 1 Miliar Sholawat Jelang Hari Santri

Dream - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan memperingati hari santri yang jatuh pada 22 Oktober 2019. Pusat peringatan diselenggarakan di Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari, Jakarta, pada 21 Oktober 2019.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Agus Salim mengajak para santri, warga NU untuk bersama-sama membacakan sholawat nariyah hingga satu miliar kali.

" Diikuti serentak warga NU dari Sabang sampai Merauke serta luar negeri," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 16 Oktober 2019.

Agus menjelaskan, tujuan acara 1 Miliar Sholawat Nariyah ini tak lain untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT demi keselamatan bangsa dan mendoakan arwah para pejuang yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

" Jasa mereka, utamanya para ulama, selain harus kita kenang, yang tidak kalah penting adalah harus kita teladani," ucap dia.

Acara tersebut rencananya akan dihadiri Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, KH Ma'ruf Amin dan juga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

" Iya, Kiyai Ma'ruf akan hadir memberikan pidato kebangsaan, Gubernur DKI Jakarta Pak Anis juga hadir, serta alim ulama," kata Ketua Panitia Pelaksana Malam Puncak Hari Santri Nasional 2019 KH. Misbahul Munir.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak