Dakwah Bripka Ya'Hendri ke Pelosok Kalimantan Barat

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 25 November 2019 07:03
Dakwah Bripka Ya'Hendri ke Pelosok Kalimantan Barat
Dakwah yang disampaikan menyasar ibu-ibu.

Dream - Anggota polisi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Ngabang, Kalimantan Barat, Bripka Ya'Hendri punya kegiatan tambahan, selain menjaga ketertiban masyarakat.

Pria bertubuh gempal ini sehari-harinya juga berdakwah di perkampungan terpencil di wilayahnya. Dia kerap mengisi khotbah Jumat di salah satu masjid di dusun terpencil.

Dengan menggunakan seragam dinas polisi dan berpeci, dia berkhotbah.

Dilaporkan Liputan6.com, selain jadwal khotbah, dia juga aktif mengisi ceramah di dusun-dusun. Dia menjangkau dusun tersebut menggunakan sepeda motor.

1 dari 5 halaman

Menyasar Ibu-ibu

 Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Ngabang, Kalimantan Barat, Bripka Ya'Hendri© Liputan6.com

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Ngabang, Kalimantan Barat, Bripka Ya'Hendri (Foto: Liputan6.com)

Hendri mengatakan, gencar melakukan dakwah di berbagai masjid di desa terpencil untul meningkatkan akhlak dan menangkal kejahatan. Terutama, masuknya paham radikalisme.

" Isu-isu strategis yang sedang ramai kita korelasikan dengan dalil-dalil agama saat berdakwah maupun khotbah ketika menjadi khatib sholat Jumat," ucap Hendri.

Di sela berdakwah, Hendri juga kerap menyelipkan materi mengenai wawasan kebangsaan dan kesatuan. Materi itu khususnya dia berikan saat pengajian ibu-ibu.

" Mengapa perempuan juga disasar, karena wanita adalah tiang agama. Kalau wanitanya hebat, akan melahirkan gdnerasi-generasi yang hebat pula. Jadi pondasi agamanya kita sentuh dimensinya," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno

2 dari 5 halaman

Menag: Dakwah Itu Mengajak, Bukan Mengejek

Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menegaskan agama hadir membawa pesan damai. Para utusan Tuhan dan orang suci, menyebarkan ajaran agama dengan cinta dan kasih sayang.

" Agama ditebarkan dengan rasa cinta dan kasih sayang, dan semangat dakwah itu mengajak bukan mengejek," ujar Lukman dalam Dialog Lintas Agama di Pangkalpinang, Bangka Belitung dikutip dari kemenag.go.id, Senin 5 November 2018.

Lukman mengatakan agama diturunkan oleh Tuhan ke dunia bertujuan mengangkat derajat manusia. Selain itu, agama juga dimaksudkan agar kehidupan manusia menjadi tertata.

" Agama hadir di tengah kita dalam rangka agar menjaga harkat martabat manusia. Tuhan menurunkan agama agar kehidupan sesama umat manusia berlangsung dengan baik," ucap dia.

Lukman juga menyoroti adanya perilaku menyimpang di tengah masyarakat. Dia menilai hal ini merupakan masalah komplek.

Dia mengingatkan agar masyarakat membedakan antara perilaku dengan pelakunya. Maksiat harus dilihat dari perbuatannya, bukan pada pelakunya.

" Kita harus mencegah perilaku maksiat maupun LGBT itu dengan proses penyadaran, bukan mengucilkan mereka," kata Lukman.

Lebih lanjut, Lukman mengingatkan salah satu tugas agamawan adalah mengajak dan membina pada kebaikan kepada para pelaku maksiat. Apapun alasan pelaku dalam bermaksiat.

" Agar keluar dari perilaku menyimpang tersebut, bukan mengucilkan atau mengasingkan mereka," kata dia.(Sah)

 

[crosslink_1]

3 dari 5 halaman

Dakwah Gus Miftah di Kelab Malam, PBNU: Cahaya di Tempat Gelap

Dream - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapreasi Gus Miftah Maulana Habiburrahman, yang berdakwah di tempat-tempat tidak biasa. Salah satunya di kelab malam.

Sekjen PBNU, Helmi Faishal Zaini, mengatakan konsep Go-Dakwah yang diambil Gus Miftah memiliki nilai positif. Menurut dia, Gus Miftah tidak hanya menunggu orang untuk datang ke pengajian, tapi jemput bola.

" Saya mengapresiasi cara Gus Miftah dalam berdakwah," kata Helmy dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 14 September 2018.

Menurut Helmy, ceramah Gus Miftah bisa saja membuat pengunjung kelab malam tersentuh. Sehingga, hati mereka terketuk untuk kembali ke jalan yang benar.

" Di kalangan NU kita mengenal Kiai Hamim Djazuli atau Gus Miek yang masyhur sebagai Waliyullah yang berdakwah di dunia malam. Bahkan, kalimatnya yang sangat populer yaitu Menjadi Cahaya di Tempat yang Gelap," ucap dia.

Helmy mengakui tidak sedikit orang yang menentang cara dakwah Gus Miftah. Tetapi, dia mengingatkan tidak semua orang akan bertahan dalam kemaksiatannya.

" Kita jangan terburu-buru untuk menghakimi bahwa orang-orang yang ada di klub malam itu akan selamanya berbuat maksiat," ujar Helmy.

4 dari 5 halaman

Heboh Pengunjung Kelab Malam Diajak Sholawat, MUI: Apakah Etis?

Dream - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengatakan sholawat merupakan salah satu amalan baik yang bernilai ibadah. Sehingga, menurut dia, tidak etis jika sholawat dilafalkan dalam kondisi aurat tidak tertutup dengan benar.

Pernyataan ini disampaikan Cholil menanggapi viralnya video sholawat di kelam malam di Bali. Sholawat tersebut dipimpin oleh KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.

" Apakah etis kita bersholawat, beribadah sedangkan kita dalam keadaan tidak menutup aurat, apalagi terkesan buka-bukaan," ujar Cholil, dikutip dari merdeka.com, Kamis 13 September 2018.

Cholil mengatakan memang orang yang bersholawat dengan tidak menutup aurat secara sempurna tidak sampai dihukumi keluar dari agama atau murtad. Tetapi, bersholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW di tempat yang tidak layak mengurangi kesopanan.

" Memang ini tidak sampai murtad dan keluar dari Islam, tapi bersholawat dalam kondisi yang tidak sopan secara ibadah tidak menutup aurat, di tempat yang tak layak itu mengurangi etika dan sopan santun bersholawat kepada Rasulullah," kata dia.

Cholil kemudian menjelaskan sholawat mengandung kemuliaan. Oleh sebab itu, dia mengimbau bersholawat dilakukan dengan cara yang baik dan tetap memperhatikan etika.

" Membaca sholawat, mengerti dapat pahala, tidak mengerti pun dapat pahala," ucap dia.

Selanjutnya, kata Cholil, sholawat merupakan lafal yang dikhususkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan, Allah sendiri menyatakan bersholawat kepada Rasulullah SAW.

" Dan saat Allah bersholawat. itu juga mencantumkan tata cara sopan menyebutkan, Ya Nabi Allah, tidak disebut namanya langsung Muhammad, tidak. Itu dari sisi bersholawat.

5 dari 5 halaman

Penjelasan Gus Miftah

Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta ini mengatakan sudah sering menggelar ceramah di kelab malam. Kurang lebih sudah delapan tahun dia menjalani ceramah semacam itu di Boshe VVIP Bali.

" Setiap tahun selalu ceramah di Boshe Bali, pas acara ulang tahun atau acara lainnya. Selonggar waktunya tapi rutin mengisi di sana," kata Gus Miftah.

Tak hanya di Bali, Gus Miftah juga kerap mengisi ceramah di kelab malam di berbagai daerah. Bahkan di Yogyakarta sendiri, Gus Miftah sudah belasan tahun berdakwah di kelab malam.

" Di Boshe Yogyakarta, rutin saya isi (ceramah). Dua pekan sekali saya isi biasanya. Kelab dan kafe lain di Yogyakarta juga rutin saya pakai ceramah. Sudah sejak 12-13 tahun yang lalu saya lakukan," ucap dia.

(Sah, Sumber: merdeka.com)

 

Beri Komentar