Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Truk Alami Rem Blong Dan Tabrak Sejumah Warung Di Gronggong, Kecamatan Beber, Cirebon (Foto: Instagram @radarcirebon)
Dream - Sebuah truk mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Gronggong, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon pada Jumat, 22 November 2019,pukul 12.00 WIB.
" Iya benar kecelakaan tadi siang," ujar Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto kepada Dream.
Dihubungi terpisah, Kasat Lantas Polres Cirebon, AKP Asep Nugraha menjelaskan, kecelakaan tersebut disebabkan rem truk yang tidak berfungsi.
" Itu rem blong," ucap Asep yang dihubungi secara terpisah.
Dengan kontur jalan yang berkelok, sopir yang melaju dari arah Kuningan menuju Cirebon itu rupanya tidak bisa mengendalikan truknya. Akibatnya, truk tersebut langsung menghantam deretan warung yang berada di kawasan Puncak Gronggong.
Beruntung, warung tersebut sudah tidak berpenghuni. " Itu warung kosong. Ada delapan yang ditabrak, tapi nggak ada orangnya, udah kosong," kata dia.
Sementara, kata dia, sopir truk juga tidak mengalami luka serius dalam kecelakaan tersebut.
" Sopirnya nggak apa-apa," ujar mantan Kasat Lantas Polres Indramayu itu.
View this post on Instagram
Dream - Kecelakaan antara bus Sinar Jaya dan Arimbi terjadi di Tol Cipali Kilometer 117.800, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis, 14 November 2019 sekitar pukul 00.15 WIB.
NTMC Polri mengabarkan, akibat kecelakaan tersebut tujuh orang tewas. Sementara itu, enam orang lainnya luka-luka.
Dilaporkan Merdeka.com, kecelakaan terjadi ketika bus Sinar Jaya bernomor polisi B 7948 IS melaju di jalur Jakarta mengarah ke Cirebon. Tapi, secara tiba-tiba bus tersebut masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan bus Arimbi.
" Kronologisnya bus Sinar Jaya melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon kemudian masuk arah berlawanan dan menabrak bus Arimbi," kata Kanit PJR Tol Cipali, AKP Aziz Sarifudin.
Kerasnya tabrakan yang terjadi tampak terlihat dari kondisi bus. Bus Arimbi mengalami rusak parah di bagian kanan.
Sebagian besar penumpang bus Arimbi yang sedang terlelap menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Kasus kecelakaan ini telah ditangani Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Subang. Seluruh korban tewas dan luka-luka dievakuasi ke RSUD Ciereng Subang.
Dream - Juju, kakak penumpang yang menyerang sopir bus di Tol Copali, meminta polisi menggelar penyelidikan mendalam. Juju meminta polisi memeriksa percakapan telepon antara sopir dan kernet Bus Safari.
" Pengennya hape sopir diperiksa, biar jelas yang sebenarnya. Adik saya (Amsor) maju ke situ bukan karena mau menyerang, tapi membela diri," kata Juju, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 20 Juni 2019.
Menurut Juju, adiknya, Amsor, yang bekerja sebagai petugas keamanan di Jakarta sudah dua hari tidak bekerja. Dia menduga Amsor tak lagi bekerja karena mendapat ancaman. Meski demikian, Juju tak mengungkapkan ancaman yang diterima Amsor.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Amsor memutuskan pulang ke rumahnya di Cirebon. Tapi, belum sampai di rumah, terjadi kecelakaan tersebut.
Amsor masih menjalani perawatan di ruang ICU RS Mitra Plumbon Cirebon. Juju mengatakan, Amsor mengalami patah tulang tangan dan masalah serius di paru-paru.
" Dia batuk keluar darah banyak. Belum bisa komunikasi, masih tiduran," kata dia.
Seperti diberitakan, polisi menetapkan Amsor sebagai tersangka kecelakaan maut di KM 150 Tol Cipali Kabupaten Majalengka, Senin, 17 Juni 2019 pukul 01.00 WIB.
Polisi menyebut Amsor berusaha menyerang sopir dan merebut kendali Bus Safari yang ditumpanginya. Akibat aksi itu, Bus Safari kehilangan kendali dan terbang melewati median ke arah jalur berlawanan.
Peristiwa itu memicu kecelakaan beruntun dengan kendaraan Toyota Innova, Mitsubishi Expander, dan Mitsubishi Truck. Sebanyak 12 orang meninggal dunia dan 43 orang lain mengalami luka-luka.
Sumber: Liputan6.com/Panji Prayitno
Dream - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyebut kecelakaan maut yang terjadi di KM 150 Tol Cipali, Majalengka, Jawa Barat dini hari tadi diduga dipicu aksi penyerangan penumpang terhadap sopir bus.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol, Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pernyataan itu didapat dari keterangan saksi berinisial A yang juga menjadi penumpang bus.
" Itu keterangan awal. Kan pertama apa sih yang dilakukan, kita mendatangi TKP, melakukan olah TKP, mencari keterangan awal mencari keterangan saksi-saksi dan korban kemudian melakukan penyelidikan," ujar Trunoyudo kepada Dream, Senin, 17 Juni 2019.
Trunoyudo mengatakan, pernyataan A itu perlu diselidiki lebih lanjut karena sifatnya masih keterangan awal.
" Jadi keterangan awal itu perlu dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih dalam," ucap dia.
Hingga kini, polisi masih belum bisa mendalami keterangan tersebut. Sebab, A saat ini masih dalam perawatan medis.
" Karena kondisi saudara A masih luka maka kita belum bisa melakukan pemeriksaan lebih dalam setelah pasca luka selesai. Kan kita prioritas kan pemulihan," kata dia.
Secara tegas Trunoyudo menyebut, pernyataan Kapolda Jawa Barat itu bukanlah hasil penyelidikan terhadap kecelakaan yang terjadi. " Itu keterangan awal. Makanya Pak Kapolda di sana menyampaikan keterangan awal, bukan hasil penyelidikan awal," ucap dia.
Trunoyudo menjelaskan, selain meminta keterangan saksi dan korban, polisi juga menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya