Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Presiden Jokowi Memperkenalkan Gracia Billy Mambrasar
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenalkan Gracia Billy Mambrasar sebagai sosok putra Papua. Jokowi menunjukan kekagumannya karena Billy punya rekam akademis yang istimewa.
Gracia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Usai lulus dia sempat menempuh pendidikan master (S2) di Australian National University (ANU) dan Universitas Oxford, Inggris.
Dilaporkan Liputan6.com, Billy menyelesaikan pendidikan di ANU dengan beasiswa dari pemerintah Australia dan menjadi mahasiswa terbaik 2015.
Dalam waktu dekat, Billy akan melanjutkan pendidikan doktoral dengan beasiswa afirmasi dari LPDP di Universitas Harvard, Amerika Serikat.
Billy mengatakan, kuliah di universitas ternama dunia tidak pernah melintas di benaknya. Sebab, sehari-harinya dia berasal dari keluarga kurang mampu di Seruai, Kepulauan Yapen, Papua.
Dilaporkan Antara, ibunda Billy berjualan kue dan makanan pasar untuk menghidupi keluarganya. Sementara ayahnya seorang guru. Billy kerap membantu ibundanya berjualan kue.
" Subuh ibu bikin kue, paginya ibu pergi ke pasar jualan, kami ke sekolah sambil bawa kue untuk dijual," ujar Billy.
Sebagai penjual kue, Billy punya semangat pantang menyerah saat menjajakan dagangannya. Jika tak laku, dia dan saudaranya akan memakan kue tersebut.
Rumah Billy rupanya tak dialiri listrik. Mengandalkan penerangan yang terbatas dia unjuk diri.
Sejak bangku SMA, dia mendapat beasiswa dari Pemprov Papua. Dia pun keluar dari wilayahnya dan merantau ke Jayapura.
Saat menjalani pendidikan, impiannya tertuju pada sosok proklamator Ir Soekarno. Dari situlah dia memilih ITB sebagai tujuan petualangan akademik.
Usai lulus dari ITB, dia menggagas yayasan pendidikan untuk anak-anak Papua, Kitong Bisa, pada 2009.
Sumber dana untuk pengoperasian pusat belajar berasal dari dua perusahaan di bawah naungan Kitong Bisa, yakni Kitong Bisa Consulting dan Kitong Bisa Enterprise.
Sekitar 30 persen dari keuntungan kerajinan tangan yang dijual melalui Kitong Bisa Enterprise disumbangkan ke yayasan. Kemudian 10 persen dari pendapatan Kitong Bisa Consulting juga disumbangkan untuk yayasan.
" Dari kiprah di Kitong Bisa, saya akhirnya berhasil meraih beasiswa di Oxford. Mereka tertarik karena saya memutuskan berhenti dari zona nyaman menjadi penggerak sosial dan pendidik untuk melakukan perubahan. Saya kemudian mendapatkan beasiswa dari Oxford," kata Billy.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane