Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi Batu Akik
Dream - Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Mei 2015 mencetak surplus. Meski nilai ekspor mengalami penurunan, Indonesia berhasil membuka pasar baru dengan lonjakan pertumbuhan signifikan.
Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahkan mencatat ekspor nonmigas Indonesia ke Swiss mencetak pertumbuhan hingga 1.800 persen. Sementara ke Tanzania, Indonesia sukses memacu ekspor hingga tumbuh 154,8 persen.
Pasar baru lain yang mencetak pertumbuhan signifikan adalah Algeria 53 persen, Arab Saudi 21,1 persen, India 11,9 persen, Taiwan 5,1 persen dan Malaysia 2 persen.
“ Saya melihat bahwa banyak pasar yang belum kita kembangkan, belum kita fokuskan juga misalnya ke Timur Tengah dan Eropa Timur,” kata Menteri Perdagangan Rahmat Gobel dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2015.
Sejumlah barang ekspor yang mencetak pertumbuhan signifikan sepanjang Januari-Mei 2015 diantaranya perhiasan, tembaga, dan timah. Batu akik bahkan disebutkan menjadi salah satu pemberi devisa signifikan bagi laju ekspor Indonesia.
Khusus pasar Indonesia, Indonesia mencetak pertumbuhan ekspor pada produk bijih, kerak dan abu logam , perhiasan serta besi dan baja. Untuk pasar Malaysia, ekspor minyak kelapa sawit (CPO), tembaga, ikan, dan udang mencetak kenaikan signifikan.
Meski sudah memiliki beberapa komoditas ekspor yang laku di pasaran, kata Rachmat, Indonesia perlu menambah jenis barang lain untuk dijual ke luar negeri. “ Karena biar bagaimanapun kita harus diversifikasi, tidak bisa mengandalkan ekspor yang itu-itu saja,” tegasnya.
Selain barang ekspor unggulan, pemerintah sebetulnya berharap Indonesia mampu memacu ekspor produk mebel. Selain kaya bahan baku, setiap kenaikan produksi sebesar US$ 1 miliar di industri ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 100.000 orang.
“ Jadi memang nanti kita akan menganalisa semua produk di samping makanan dan minuman, seperti produk tekstil, alas kaki. Karena alas kaki saja masih jadi produk unggulan kita,” tutur Rachmat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya