Penjelasan Kontraktor Soal 'Air Terjun' di Tol Becakayu

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 22 November 2019 12:48
Penjelasan Kontraktor Soal 'Air Terjun' di  Tol Becakayu
Jadwal penyelesaian hari ini, 22 November 2019.

Dream - Tumpahan air dari Tol Becakayu menjadi sorotan warganet Kamis, 21 November 2019. Tumpahan air itu disebut sebagai 'Niagara di Bekasi'.

Direktur Teknik dan Operasi PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, Ayuda Prihantoro menjelaskan, tumpahan air terjadi di Tol Becakayu Seksi 2A. Hal tersebut ternyata karena jalan tol sedang menjalani konstruksi.

" Seksi 2A Ruas Tol Becakayu tersebut sedang dalam proses konstruksi dan ditargetkan selesai konstruksi pada bulan Mei 2020 dan beroperasi pada bulan Juni 2020," kata Ayuda dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 November 2019.

Ayuda menjelaskan, penyebab terjadinya curahan tersebut karena pengerjaan pipa drainase dan parapet menuju saluran bawah yang belum selesai.

" Sesuai dengan schedule penyelesaiannya adalah hari ini 22 November 2019," kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Banjir Sepanjang 50 Meter

Akibat curahan itu, lokasi badan jalan mengalami banjir sepanjang kurang lebih 50 meter. Terlebih, saluran air pada badan jalan tersebut tidak sanggup menampung debit air akibat curahan hujan.

" Sesuai pantauan di lapangan kebetulan pada lokasi tersebut sedang ada galian untuk kabel Telkom sehingga menambah disfungsi saluran," ucap dia.

Ayuda mengatakan, penanganan sudah dilakukan adalah dengan pembersihan dan mengerahkan pompa di lokasi kejadian. Selain itu PT Kresna Kusuma Dyandra Marga selaku pemilik konsesi akan melakukan pelebaran drainage existing dan akan segera dieksekusi berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mencegah terulangnya genangan.

" Atas kejadian ini, kami PT Kresna Kusuma Dyandra Marga akan berupaya maksimal agar kejadian ini tidak terulang kembali. Kami meminta maaf kepada para pengguna jalan yang terganggu kenyamanan perjalanannya di sekitar lokasi kejadian," ucap dia. (mut)

2 dari 4 halaman

Wow! Ada Air Terjun di Tol Becakayu

Dream - Apa yang kamu bayangkan saat melalui jalan di Kalimalang? Kemacetan? Mungkin saja.

Baru-baru ini jalan di Kalimalang memunculkan fenomena unik, yaitu air terjun dadakan. Peristiwa itu terjadi di Jalan Tol Becakayu, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis 21 November 2019.

Air terjun tersebut merupakan luapan air dari konstruksi Jalan Tol Becakayu akibat guyuran hujan deras sekitar satu jam.

" Hujannya cukup deras, tiba-tiba air dari atas jalan tol Becakayu mengalir deras di Jalan Kalimalang," ucap seorang karyawan toko, Kurniawan, dikutip dari Merdeka.com.

'Air terjun' dadakan tersebut mencuri perhatian pengguna jalan maupun penjaga toko. Tak sedikit dari mereka mengabadikan peristiwa unik itu.

Mereka menyebutnya, 'air terjun Niagara di Bekasi'. " Belum tahu kenapa bisa mengalir," kata dia.

Dari pantauan, air mengalir deras melalui pinggiran kontruksi pembatas jalan yang belum dipasang. Air mengalir deras memanjang hingga 50 meter, mirip air terjun.

Sumber: Merdeka.com/Adi Nugroho

3 dari 4 halaman

Fenomena Alam Langka, Ada `Tahi Lalat` di Matahari

Dream - Fenomena alam langka tengah terjadi di susunan Galaksi Bimasakti. Melihat Matahari dari kejauhan, terdapat titik hitam pekat di depannya. Mirip seperti 'tahi lalat'.

Tentu saja itu bukan tahi lalat sungguhan, melainkan Merkurius yang telah dalam penjelajahan langka. Dari Bumi, Merkurius yang sedang transit menampakkan siluet gelap karena membelakangi Matahari.

Fenomena ini akan jadi yang terakhir sebelum akhirnya muncul kembali pada 2032. Sebelumnya, peristiwa serupa pernah terjadi pada 2016.

presiden Royal Astronomical Society (RAS) Inggris, Profesor Mike Cruise, mengatakan untuk dapat menunggu peristiwa serupa terjadi kembali maka harus menunggu 13 tahun lamanya. 

" Transit merupakan pertunjukan nyata bagaimana planet bergerak di sekitar Matahari," kata dia.

Dilaporkan BBC, proses transit terjadi pada Senin, 11 November 2019 pukul 12.35 GMT, atau 19.35 WIB. Di waktu itu, Merkurius tampak menyentuh garis lengkung tepi Matahari.

4 dari 4 halaman

Tidak Tampak di Sisi Bumi Selatan

Proses itu akan berakhir pada 18:04 GMT, atau Selasa, 12 November 2019 pukul 01.04 WIB.

Seluruh peristiwa itu terlihat dari bagian timur Amerika Serikat (AS) dan Kanada, ujung barat daya Greenland, sebagian besar Karibia, Amerika Tengah, seluruh Amerika Selatan, dan beberapa Afrika Barat.

Sementara di Eropa (termasuk Inggris), Timur Tengah, dan sebagian besar Afrika, posisi matahari terbenam sebelum proses transit Merkurius berakhir. Sehingga, sisi gelap Merkurius tidak terlihat.

Pengamat di Indonesia serta negara lain di Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan dan Australia tidak dapat melihat fenomena langka ini. 

Merkurius adalah planet terkecil dan terdalam di tata surya. Planet ini menyelesaikan orbit sekitar 88 hari dan akan melewati celah antara Bumi dan Matahari setiap 116 hari.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie