Pidatonya Viral di Medsos, Nadiem Makarim Takkan Buat Janji Kosong

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 23 November 2019 16:46
Pidatonya Viral di Medsos, Nadiem Makarim Takkan Buat Janji Kosong
Isi pidatonya sangat menyentuh.

Dream - Media sosial kembali dihebohkan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Plus Pendidikan Tinggi, Nadiem Makarim. Kali ini tentang pidatonya untuk Hari Guru yang akan jatuh pada 25 November 2019.

Dikutip dari akun Twitter @Clara_Ng, Sabtu 23 November 2019, dia mengunggah foto dua lembar pidato Nadiem yang akan disampaikan pada Hari Guru. Clara menyebut isi pidato ini seakan menjadi lentera dalam kegelapan.

" Walaupun bukan guru, tapi membaca pidato menteri pendidikan dan kebudayaan membuatku melihat secercah cahaya di ujung lorong yang sangat, sangat, sangat gelap," cuit Clara.

 Nadiem Makarim

Foto: Twitter @clara_ng

1 dari 5 halaman

Indonesia Dibatasi Kurikulum

Dalam pidato ini, Nadiem menyebut para guru di Indonesia sulit untuk berinovasi dan dibatasi oleh kurikulum. Guru juga dibebankan oleh sederet tugas administrasi yang menyita banyak waktu. Padahal, waktu ini bisa digunakan untuk membimbing siswa yang ketinggalan pelajaran.

Di pidato ini, Nadiem tidak mau memberikan janji kosong kepada para guru. Dia berusaha akan memberikan yang terbaik untuk mewujudkan kemerdekaan dalam belajar.

" Saya tidak akan memberikan janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia," tulis Nadiem.

2 dari 5 halaman

Jangan Tunggu Aba-aba

Nadiem juga meminta para guru untuk mengajak murid berdiskusi dan memberikan kesempatan untuk mengajar di kelas. Selain itu, mencetuskan proyek bakti sosial di kelas.

Para guru juga diminta untuk menemukan bakat terpendam dari seorang murid yang kurang percaya diri. Para tenaga pengajar dan pendidik juga diminta untuk membantu guru yang kesulitan dalam mengajar.

" Semua berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama," tulis Nadiem.

Cuitan ini telah dicuit ulang sebanyak 15 ribu kali dan mendapatkan likes sebanyak 16 ribu kali.

3 dari 5 halaman

Isi Pidato Nadiem Makarim

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

 

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.
Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.

- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.

- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.

- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.

- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,

merdekabelajar #gurupenggerak
Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.



Jakarta, 25 November 2019

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RepublikIndonesia

Nadiem Anwar Makarim

4 dari 5 halaman

Nadiem Makarim: Saya Sudah Nyaman di Gojek, tapi Menteri Dampaknya Lebih Besar

Dream - Nadiem Makarim mengaku sebenarnya sudah sangat nyaman di Gojek. Namun dia menerima tawaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan demi bangsa.

" Saya terus terang sudah nyaman di Gojek, sudah jadi keluarga saya, rumah saya, tetapi saya diberikan amanah ini oleh Pak Presiden," kata Nadiem, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 6 November 2019.

Nadiem sadar betul bahwa tawaran menjadi Mendikbud merupakan amanah dan tantangan untuk memajukan Indonesia.

" Saya sadar untuk bisa mendapatkan amanah ini, potensi atau dampak saya di dunia pendidikan jauh lebih besar untuk bisa memajukan negara ini," ujar dia.

Pendiri Gojek ini menambahkan, apapun masalah bangsa ini, bisa ditangani bila kualitas sumber daya manusianya berkualitas. Karena itulah dia bertekad meningkatkan kualitas generasi mendatang melalui pendidikan.

" Satu-satunya cara untuk melakukan lompatan adalah melalui generasi berikutnya, dan karena itulah saya menerima tantangan ini," kata dia.

5 dari 5 halaman

Diskusi dengan Jokowi

Nadiem juga punya alasan lain. Dia mengatakan, menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan karena tantangan. Bagi dia, kesulitan bisa diubah menjadi energi.

" Secara pribadi saya suka hal-hal rumit dan sulit. Banyak orang bilang `wah enggak mungkin dilakukan`, saya paling senang dengar itu," kata dia.

Nadiem mengaku sering berdiskusi dengan Jokowi selama hampir satu tahun belakangan. Ujung dari diskusi tersebut adalah SDM masyarakat.

" Sebenarnya walau saya bidang teknologi saya sadar apa yang bisa kami lakukan di dalam perusahaan saya sebelumnya itu sebenarnya bukan teknologi, tapi SDM yang mendukung inovasi itu. Manusianya yang bikin perusahaan ini bisa jadi besar dan berkembang," kata Nadiem

" Maka dari itulah Pak Presiden berpikirnya passion Nadiem di situ, yaitu SDM," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Diskusi dengan Jokowi

Nadiem juga punya alasan lain. Dia mengatakan, menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan karena tantangan. Bagi dia, kesulitan bisa diubah menjadi energi.

" Secara pribadi saya suka hal-hal rumit dan sulit. Banyak orang bilang `wah enggak mungkin dilakukan`, saya paling senang dengar itu," kata dia.

Nadiem mengaku sering berdiskusi dengan Jokowi selama hampir satu tahun belakangan. Ujung dari diskusi tersebut adalah SDM masyarakat.

" Sebenarnya walau saya bidang teknologi saya sadar apa yang bisa kami lakukan di dalam perusahaan saya sebelumnya itu sebenarnya bukan teknologi, tapi SDM yang mendukung inovasi itu. Manusianya yang bikin perusahaan ini bisa jadi besar dan berkembang," kata Nadiem

" Maka dari itulah Pak Presiden berpikirnya passion Nadiem di situ, yaitu SDM," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam