Mantan Imam Masjidil Haram Perbolehkan Musik dan Nyanyian

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 25 November 2019 09:01
Mantan Imam Masjidil Haram Perbolehkan Musik dan Nyanyian
Pernah mengeluarkan fatwa mengenai dizinkannya musik dan nyanyian, namun akhirnya dicabut karena penuh kontroversi.

Dream - Seorang mantan Imam Masjidil Haram, Syekh Saudi Adil al-Kalbani mengklaim bahwa Nabi Muhammad mengizinkan musik dan nyanyian. Klaim tersebut muncul saat Syekh Kalbani diwawancarai televisi Arab Saudi, SBC.

Pernyataan tersebut tentu mengejutkan karena sebagian ulama di Arab Saudi memfatwakan musik sebagai haram. 

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Inggris itu, Syekh Kalbani menukil kisah Aisyah, istri Nabi Muhammad, yang bernyanyi bersama dua tetangganya.

Sheikh Kalbani juga menyampaikan sebuah hadis yang mencatat Nabi Muhammad melihat seorang wanita dan bertanya kepada Aisyah apakah dia mengenalnya. Ketika Aisyah mengatakan tak mengenalnya, Nabi Muhammad memberi tahu bahwa perempuan itu adalah " Qena, penyanyi zaman kita" dan bertanya apakah dia ingin menyanyi untuknya.

Dilaporkan Al Bawaba, Syekh Kalbani juga menyebutkan bahwa Nabi Muhammad pergi ke pesta pernikahan wanita itu bernyanyi dan memainkan daf, semacam genderang berbingkai.

Sebelumnya, Syekh Kalbani pernah mengeluarkan fatwa yang memungkinkan bernyanyi. Tapi, kemudian menariknya kembali pada 2010.

1 dari 5 halaman

Menghilangkan Sekat

" Setelah meditasi dan dialog dengan orang-orang yang saya hormati di Kementerian Urusan Islam, saya sepenuhnya yakin bahwa nyanyian yang saya setujui, tidak ada," katanya dalam wawancara dengan surat kabar Al-Hayat.

Selain perkara musik dan nyanyian, Syekh Kalbani juga menyinggung sekat yang digunakan untuk memisahkan jemaah perempuan dan laki-laki saat sholat di masjid untuk dihapuskan. Dia menyebut, sekat tidak diterapkan saat zaman Nabi Muhammad.

Syekh Kalbani berpendapat, perempuan Saudi saat ini menghadapi tekanan dan isolasi yang ketat dari masyarakat.

Sheikh Kalbani merupakan pria kulit hitam pertama yang memimpin sholat di Mekah. Kiprahnya pernah ditulis New York Times.

Pada saat pengangkatannya sebagai Imam Masjid al-Haram di Mekah, banyak yang melihatnya sebagai tanda bahwa Raja Saudi Abdullah perlahan mulai meliberalisasi kerajaan ultra-konservatif.

2 dari 5 halaman

Viral Azan Jadi Pembuka Konser Musik, Picu Kontroversi

Dream - Bagi Muslim, azan merupakan panggilan suci. Lafal azan dikumandangkan sebagai pengingat masuknya waktu sholat.

Tetapi, ada kejadian mengejutkan di Broadbeach, Queensland, Australia. Azan dijadikan intro musik, bahkan band yang membawakannya bertelanjang dada.

Hal itu membuat warga Malaysia yang tengah ada di Australia, Akbar Saharie, kaget. Dia tidak habis pikir dengan kelakuan para musisi yang tengah menggelar konser di taman kota itu.

Saharie yang merupakan presenter acara olahraga pada stasiun televisi Astro Arena, merekam peristiwa itu pada 10 April lalu. Dia lalu mengunggah video itu di akun Instagramnya.

3 dari 5 halaman

Dikira Sudah Waktunya Sholat, Ternyata...

Awalnya, Saharie mengaku terkejut ketika mendengar alunan yang cukup familiar di telinganya. Seketika, dia sadar azan tersebut berkumandang padahal tidak sedang waktu sholat.

Dia lalu mencari sumber lantunan azan itu dan merasa jijik begitu tahu ternyata azan itu dari panggung konser musik rock. Apalagi, para personel band itu menunjukkan performa dengan bertelanjang dada.

" Saya sedang menuju IBC untuk bekerja ketika mendengar azan. Saya pikir itu benar-benar seruan sholat tetapi jadi terkejut dan jijik saat menyadari azan digunakan sebagai pembuka musik oleh para musisi amatiran itu," kata Saharie.

 

4 dari 5 halaman

Tuai Polemik

Dia juga mengaku bingung harus bersikap seperti apa. Apalagi, musik tersebut dimainkan di tengah pesta olahraga antar-negara persemakmuran yang selama ini selalu mempromosikan persatuan.

" Ini jelas menghina, azan bukan musik pembuka untuk obsesi pribadi, ini menyangkut 1,5 miliar orang di seluruh dunia," kata dia.

Unggahan Saharie mengundang banyak komentar netizen. Ada yang setuju itu adalah penghinaan, namun banyak juga yang memahami maksud dari para musisi tersebut juga untuk menyebarkan perdamaian.

Sumber: worldofbuzz.com

5 dari 5 halaman

Saat Menteri Agama Jadi 'Ahli Musik' Dadakan

Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, hari ini membuka Konferensi Musik Islam 2018. Momen itu digelar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, yang juga dihadiri musisi darah Ambon, Glenn Fedly.

Ada yang menarik saat Lukman membuka gelaran ini. Gara-gara Glenn, Lukman yang selalu berbicara tentang persatuan dan kemajuan umat beragama di Indonesia, harus menjadi 'ahli musik' dadakan.

" Bung Glenn buat sejarah baru. Karena dia, baru kali ini Menteri Agama bicara tentang musik," ucap Lukman di IAIN Ambon, dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin 5 Maret 2018.

" Menag biasa diundang ceramah atau membaca doa, kini disuruh bicara musik," tambah dia.

Konferensi Musik Islam 2018 yang berlangsung pada 7 hingga 8 Maret 2018 itu bertema Islam, Music, Peace in Indonesia and Beyond. Di dalam sambutannya, Lukman berharap musik Indonesia dapat menjadi instrumen yang menenangkan hati dan emosi. 

" Kita saat ini berada dalam tahun politik. Tidak sedikit suasana kebatinan anak bangsa terganggu. Musik penting sebagai instrumen menenangkan hati," ujar Lukman. 

Rektor IAIN Ambon, Hasbullah Toisuta, mengatakan konferensi musik ini yang digelar bersamaan dengan peresmian Pusat Kajian Musik Islam IAIN Ambon merupakan rintisan dibukanya program studi pendidikan musik.

" Seminar Musik Islam selain dalam kerangka seminar musik pada 7 hingga 8 Maret, juga dalam rangka menggali masukan pembukaan jurusan pendidikan musik Islam di IAIN Ambon. Bahkan jika perlu Fakultas Seni Islam," ujar Toisuta.

Menurut dia, jurusan seni musik Islam merupakan bentuk inovasi seperti yang digaungkan Presiden Joko widodo. Selain itu, jurusan ini juga sangat relevan dalam rangka merespon Pemkot yang akan menjadikan Ambon sebagai Kota Musik Dunia.

" Saat ini belum ada PTKIN yang memiliki jurusan musik Islam. Ini peluang dan tantangan untuk menjadikan musik sebagai sarana dakwah, membangun kedamaian dan integrasi sosial. Kami berharap prodi pendidikan musik di IAIN Ambon segera terealisasi," kata dia.

Harapan yang sama disampaikan Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua. Sahuburua berharap izin pembukaan prodi Seni Musik Islam di IAIN Ambon segera terealisasi.

Sahuburua mengatakan, masyarakat Maluku sangat cinta musik. Suasana keakraban mereka terbangun juga karena kebiasaannya bernyanyi. " Semoga keakraban ini terjaga dalam merawat persatuan dan kesatuan bangsa," harap Sahuburua.

Seminar Musik Islam 2018 itu akan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan musikus, budayawan, dan pengamat musik Indonesia dan Malaysia.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak