Demo 4 November Berakhir Ricuh, Begini Penjelasan Polda Metro

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Sabtu, 5 November 2016 12:01
Demo 4 November Berakhir Ricuh, Begini Penjelasan Polda Metro
Saat ini, Polda Metro telah mengamankan sejumlah orang yang diduga provokator kerusuhan.

Dream - Massa unjuk rasa menuntut penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berakhir bentrok Jumat malam, 4 November 2016.

Kericuhan berawal dari massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menyalahkan kembang api ke arah petugas keamanan.

Tak lama, personel gabungan Polri dan TNI membalasnya dengan menembakkan gas air mata. Merasa tertekan, massa kemudian membakar ban bekas di depan Istana Negara.

" Tenang agar semuanya tenang, saya Panglima TNI Gatot Nurmantyo semuanya agar tetap tenang," teriak Gatot dari sumber suara.

Namun, nampaknya massa tak menggubris himbauan Gatot dan tetap menyerang aparat keamanan dengan kembang api.

Terlihat ada dua anggota polisi yang dibopong ke tenda medis untuk menjalani pemeriksaan, belum diketahui penyebab dua anggota polisi tersebur dibawa ke tenda medis. Hingga kini, kericuhan tersebut masih terjadi.

Usai aparat keamanan berhasil memukul mundur massa unjuk rasa di depan Istana Negara, massa kemudian bergerak ke daerah Jakarta Utara dan kembali ricuh.

Mengenai peristiwa ini, pihak Polda Metro Jaya pun memberikan keterangan terkait kronologi kejadian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono mengatakan, kerusuhan terjadi di kawasan Luar Batang, Kali Pakin Penjaringan, Jakarta Utara sekitar pukul 21.00 WIB dengan jumlah massa sekitar 300 orang.

" Sudah diatasi Pada pukul 21.00 WIB, massa ada sekitar tiga ratusan orang," kata Awi saat dihubungi Dream melalui sambungan telepon.

Awi menjelaskan, dalam kerusuhan tersebut massa merusak beberapa motor polisi dan menjarah Alfamart.

" Itu ada pengrusakan motor polisi, kemudian menjarah Alfamart," ucap dia.

Selanjutnya, kata Awi, pihaknya telah mengamankan sejumlah orang yang diduga provokator kerusuhan. Dan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

" Ada delapan yang diamankan di Mapolda Metro Jaya dan 15 di Jakarta Utara," terang Awi.

 

1 dari 3 halaman

Demo 4 November, Jokowi: Ada Aktor Politik yang Menunggangi

Demo 4 November, Jokowi: Ada Aktor Politik yang Menunggangi © Dream

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut adanya aktor politik yang menunggangi demonstrasi 4 November 2016. Pernyataan tersebut muncul usai Jokowi menggelar rapat terbatas di Istana Negara.

" Tapi kita menyesalkan kejadian ba’da isya, yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," kata Jokowi, di Istana Negara.

Meski begitu, Jokowi mengapreasi keseluruhan demonstrasi yang berjalan damai. Dia turut berterimakasih kepada para ulama, kyai, habaib dan ustaz yang telah memimpin aksi damai hingga Maghrib.

Adapun mengenai tuntutan pendemo agar Jokowi untuk menyelesaikan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI JakartaBasuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dia berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut secepat-cepatnya.

Pernyataan tersebut disepakati setelah perwakilan pendemo bertemu dengan Wakil PresidenJusuf Kalla, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

" Proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan," ucap dia.

Dengan munculnya janji tersebut, Jokowi berharap massa pengunjuk rasa dapat kembali ke rumah masing dengan tertib. Sebab, kasus dugaan penistaan agama tersebut akan diselesaikan oleh penegak hukum.

" Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Ustaz Arifin Ilham Terluka, Kena Gas Air Mata

Ustaz Arifin Ilham Terluka, Kena Gas Air Mata © Dream

Dream - Ustaz Arifin Ilham terluka karena terkena gas air mata. Dia mengalami luka sedang dan dilarikan ke RS Budi Kemuliaan.

Menurut Arifin dia terkena gas air mata saat hendak menenangkan massa bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muchamad Iriawan.

" Saat menenangkan polisi dan menenangkan umat jadi bergandengan dengan Kapolda lalu pisah lalu kena gas air mata," ujar Arifin, Jumat, 4 November 2016.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, kondisi Arifin telah membaik. Menurut informasi, dia telah kembali ke rumahnya di kawasan Sentul, Bogor.

Mengenai aksi demonstrasi yang berakhir ricuh, dia berpesan kepada demonstran.

" Sabar. Sabar pasti dapatnya menang," ucap dia.

3 dari 3 halaman

Demo Bubar, Ketegangan Terjadi di Jakarta Utara

Demo Bubar, Ketegangan Terjadi di Jakarta Utara © Dream

Dream - Kericuhan terjadi di Jalan Gedong Panjang, Penjaringan,Jakarta Utara. Tepatnya di sekitar halte Transjakarta Pakin, Jumat malam 4 November 2016.

Di lokasi kejadian, massa yang belum diketahui darimana asalnya melempari personel keamanan. Personel yang menjaga di lokasi kejadian merupakan gabungan TNI dan Polri.

Massa yang belum diketahui dari kelompok mana itu melempari petugas dengan berbagai benda.

Massa yang terlibat keributan dengan petugas di lokasi tidak mengenakan atribut seperti para demonstran di depan Istana.

Massa yang terlibat ketegangan memakai kaos seragam biasa, tidak seperti demonstran depan Istana yang mengenakan atribut dan kaos putih-putih. 

Personel polisi bermotor berusaha memukul mundur massa. Mereka berusaha membubarkannya dengan menembakkan gas air mata.

Lokasi kejadian berada sekitar 5 kilometer dari perumahan Pantai Indah Kapuk, JakartaUtara. Kompleks perumahan tempat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnamabermukim. (Ism) 

Beri Komentar