Agar Lebih Siap Menyambut Ramadan

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 2 Mei 2018 16:01
Agar Lebih Siap Menyambut Ramadan
Tentu, ibadah jadi cara utama.

Dream - Kurang dari satu bulan, Ramadan akan hadir menyapa kita. Tentu, kita sudah siap menyambutnya dengan penuh kegembiraan

Tetapi, bagaimana tingkat kesiapan kita? Mari menyimak kisah para generasi terdahulu ketika menyambut Ramadan.

Mu'alla bin Fadhl rahimallah mengisahkan generasi terdahulu punya kebiasaan yang unik. Mereka menyambut Ramadan jauh-jauh, bukan dengan kebiasaan ragawi semata namun juga aktivitas rohani.

Selama enam bulan sebelum Ramadan, para Muslim generasi terdahulu meningkatkan pola ibadahnya. Selain itu, mereka juga terus berdoa agar Allah SWT memberikan kesempatan agar bisa berjumpa kembali dengan Ramadan.

Sayyid Husain Affani dalam kitab Nida Ar Rayyan fi Fiqhi Al Shaumi wa Fadhli Ramadhan mengutip sebuah kisah tentang para generasi salaf. Mereka menjual budak wanitanya beberapa bulan sebelum Ramadan.

Saat Ramadan sudah dekat, budak itu melihat kebiasaan tuan barunya menyiapkan makanan. Hal itu tidak dia temukan ketika menjadi budak para generasi salaf.

Sang budak kemudian bertanya mengapa tuan barunya menyiapkan makanan begitu banyak. " Kami siap-siap untuk berpuasa Ramadan," jawab di tuan.

" Kalian tidak berpuasa melainkan Ramadan? Sesungguhnya aku dulu berada pada suatu kaum yang semua waktunya adalah Ramadan. Kembalikan aku pada tuanku yang dulu," kata sang budak.

Dalam narasi ini, terdapat gambaran bagaimana generasi salaf yang tidak membedakan ibadah saat Ramadan dengan di bulan-bulan lainnya. Bagi mereka, setiap hari adalah Ramadan.

Ramadan merupakan bulan suci dengan banyak keutamaan. Sudah sepatutnya kita menyambutnya dengan beribadah secara lebih giat.

Meski demikian, akan lebih baik jika ibadah kita sama giatnya antara sebelum dengan saat Ramadan.

Selengkapnya...

(ism) 

Beri Komentar