Air Mata Ibu Tercurah untuk Hafalan Quranmu

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 20 Maret 2015 10:03
Air Mata Ibu Tercurah untuk Hafalan Quranmu
Izza mampu menghafal Alquran dalam waktu kilat, yaitu hanya 39 hari.

Dream - Dinana Naila Izza. Inilah gadis luar biasa yang menghafal Alquran di Lembaga Tahfiz Quran dan Hadis Al Hikmah Bogor, Jawa Barat. Dengan modal hafal 4 juz Alquran dari rumah, dara yang karib disapa Izza ini mampu menuntaskan hafalan seluruh isi kitab suci umat Islam itu dalam waktu singkat, yaitu 39 hari.

Pertama datang ke Al Hikmah, Izza tampak ragu. Gadis 15 tahun itu diantar oleh kedua orangtuanya dari Semarang, Jawa Tengah. Dia didaftarkan ke program super mazil, metode menghafal Alquran super cepat. Karena ragu, Izza pun merasa pesimis.

Izza merasa mustahil bisa menjalani program super manzil. Sebab, selama ini kisah-kisah mereka yang turut dalam program ini sunggu “ mengerikan”. Bagi Izza, super manzil hanyalah program yang cocok untuk anak-anak istimewa. Namun, karena Izza tipe gadis penurut dan tak mau mengecewakan orangtuanya, maka dia mau menjalani program itu.

Izza memang pantas ragu. Sebab riwayat menghafalnya kurang bagus. Selama enam tahun di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Semarang, hanya mampu menghafal satu juz, yakni juz 30. Tiga tahun di SMP Islam Terpadu, dia menghafal dua juz, 29 dan 28. Selepas SMP ia masuk ke Khusnul Khotimah. Belajar selama satu semester, dan hafalannya nambah satu juz. Yakni juz 27. Sebelum masuk Al Hikmah, modal hafal 4 juz sudah dipegang.

Saat test di Al Hikmah, dia masuk kategori dua, yakni disarankan. Artinya kemampuan menghafalnya masih lemah, namun sangat disarankan untuk mencicipi super manzil. Meski saat itu dinyatakan lulus, hati Izza belum mantap. Dalam benak Izza, menghafal 30 juz dalam sebulan sangatlah berat.

Namun, super manzil akhirnya dia lakoni. Pada Januari silam, dia berhasil setor hafalan sebanyak 15 juz. Maka koleksi hafalannya bertambah, menjadi 19 juz karena sebelum masuk sudah hafal 4 juz. Dan keberhasilan ini “ menyembuhkan” sifat ragu dan pesimisnya.

Selepas super manzil pertama, dia sangat percaya diri. Izza mulai berani membangun mimpi. Super manzil bulan Maret pun diumumkan. Dan Izza bersemangat menyongsongnya. Dia berkata kepada sang bunda ingin mendaftar super manzil ke dua agar sisa hafalan 11 juz jadi tuntas.

Dan benar saja. Saat super manzil Maret baru berjalan sepekan, gadis yang dikenal sangat murah senyum ini sudah menyetorkan 7 juz. Banyak orang terpana, mengingat Izza merupakan seorang pemula namun pencapaiannya sungguh hebat. Banyak orang bertanya, bagaimana cara menghafal Alquran dengan sedemikian kilat. ”Kan saya sudah berazzam [bertekad] untuk one day one juz,” Izza menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Saat setoran hafalan juz terakhir, yaitu juz 26, Izza diminta menyetorkannya ke hadapan semua pembimbing dan disaksikan segenap santri penghafal Alquran. Ternyata Izza menyetorkannya sambil menangis. Demikian pula sang ibu. Di sela tangis yang membungkus suasana syahdu itu, sang ibu berkata, “ Terima kasih nak, kamu telah berjuang mendapatkan jubah kebesaran untuk dipakaikan pada ummi dan abah di surga nanti.” (Ism, Sumber: One Day One Juz)

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri