Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sumber Foto: Shutterstock
Umat Muslim diharapkan menerapkan etika komunikasi seperti yang diajarkan Alquran dalam bermedia sosial.
Dream - Umat Muslim diharapkan menerapkan etika komunikasi seperti yang diajarkan Alquran dalam bermedia sosial. Sehingga, bisa terhindar dari berita-berita hoax.
"Panduan Qurani berkomunikasi di media sosial akan efektif menangkal berita hoax," kata Wakil Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ibnu Hamad, sebagaimana dikutip dari laman mui.or.id, Selasa 28 November 2017.
Menurut dia, beberapa ayat dalam Alquran sudah menjelaskan cara komunikasi yang efektif. Alquran mengajak umat Islam berkomunikasi dengan menggunakan data yang jelas.
"Gunakan data bukan asumsi. Gunakan interpretasi bukan pembenaran. Tarik kesimpulan bukan evaluasi," tambah Hamad.
Dia mngistilahkan cara komunikasi ini dengan science communication atau komunikasi dengan prinsip ilmiah. Istilah ini, kata dia, sudah dipraktikkan dalam Alquran.
"Alquran sudah terlebih dahulu menggunakan metode science communication, masyarakat ilmiah hendaknya berkomunikasi menggnakan prinsip ilmiah," kata Hamad dalam Forum Dialog Literasi Media "Bijak Bersosial Media" di Samarinda itu.