Ilustrasi (Al Jazeera)
Dream - Sejumlah ulama dari Nusantara memiliki pengaruh besar di Mekah. Mereka bahkan menjadi panutan umat Muslim di masanya. Setidaknya, ada 26 –bisa jadi lebih– ulama Nusantara yang punya pengaruh kuat di Mekah.
Ulama-ulama itu tercantum dalam Kitab “ Imta’ Ulin-Nazhar bi Ba’dhi A’yanil-Qarn ar-Rabi’ ‘Asyar”. Kitab yang terdiri dari dua jilid ini memuat biografi, silsilah-sanad (mata rantai keilmuan), sekaligus jaringan ulama di Mekkah pada abad ke-14 H.
Kitab ini disunting oleh Dr. Mahmud Sa’id Mamduh (Mesir) dan dicetak di Beirut tahun 2012. Dalam kitab itu tertera sejumlah ulama dari Nusantara, misalnya Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan daerah lainnya.
Berikut daftar 26 ulama Nusantara yang berpengaruh besar di Mekah:
1. Ibrahim ibn Dawud al-Fathani al-Makki (1320-1413 H), dari Patani, Thailand.
2. Ahmad Marzuki ibn Ahmad Mirshad al-Batawi (1293-1353 H), dari Batavia (Jakarta).
3. Baqir ibn Nur al-Jukjawi al-Makki (1306-1367 H), dari Jogja.
4. Bidhawi ibn Abdul Aziz al-Lasami (?-1390 H), dari Lasem, Jawa Tengah.
5. Jami’ ibn Abdul Rasyid al-Rifa’i al-Buqisi (1255-1361 H), dari Bugis.
6. Jamaluddin ibn Abdul Khaliq al-Fathani (1278-1355 H), dari Patani, Thailand.
7. Sulaiman ibn Muhammad Husain al-Falambani (1295-1376 H), dari Palembang.
8. Shalih ibn Muhammad ibn Abdillah al-Kalantani al-Makki (1315-1379 H), dari Kelantan, Malaysia.
9. Shalih ibn Mujian al-Batawi al-Tanqarani (1297-1353 H), dari Betawi-Tangerang.
10. Abdul Rasyid ibn Aslam al-Buqisi (?-1356 H), dari Bugis.
Lalu, siapa lagi? Adakah ulama dari daerahmu yang punya pengaruh besar di Mekah? Temukan daftar ulama itu di tautan berikut ini. (Ism)