Hijaber Ini Jadi Ratu Kue Inggris

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 9 Oktober 2015 14:16
Hijaber Ini Jadi Ratu Kue Inggris
Nadiya berhasil memenangkan kompetisi bergengsi membuat kue di Inggris, Great British Bake Off 2015.

Dream - Seorang muslimah berhijab, Nadiya Jamir Hussain, mencatatkan prestasi yang luar biasa. Dia resmi menyandang gelar sebagai 'Ratu Kue' lantaran memenangkan kompetisi Great British Bake Off'2015 pada Kamis, 8 Oktober 2015 kemarin.

Nadiya berhasil mengalahkan dua pesaing dalam kejuaraan bergengsi di Inggris ini. Dengan penghargaan ini, Nadiya juga menunjukkan upaya melawan stereotipe bukan dengan kekerasan, melainkan sebuah prestasi.

" Saya tidak akan pernah memberikan batasan pada diri saya. Saya tidak pernah mengatakan 'Saya tidak bisa'. Saya bisa, dan saya akan bisa," ujar Nadiya dikutip The Sun.

" Saya benar-benar berharap tidak terkenal lantaran ekspresi wajah atau alis mata saya daripada kue saya," lanjut dia.

Nadiya memenangkan kompetisi ini dengan karyanya yang begitu cantik. Dia membuat kue pernikahan dengan tampilan menyerupai topi ratu Inggris.

Karya tersebut mampu memukau dewan juri. Para juri pun mengaku bangga dan menyatakan Nadiya layak menjadi juara.

" Nadiya membawa sesuatu yang spesial pada Bake Off. Ide-idenya, bakat, emosi dan gairahnya ada pada kuenya, dia begitu fokus saat final. Itu merupakan final terbaik yang pernah kami rasakan," ujar Juri Paul Hollywood.

Presenter acara Mary Berry pun mengaku bangga. Dia melihat langsung proses yang dijalani Nadiya dari awal hingga menjadi pemenang.

" Saya sangat bangga pada Nadiya, di awal dia kurang percaya diri, tapi sepanjang pekan ini dia tumbuh dalam kepercayaan diri yang penuh," kata dia.

Sebelum menghadapi final, Nadiya benar-benar mempersiapkan segalanya. Dia berlatih terus menerus di rumahnya agar dapat tampil maksimal.

" Saya sangat sering berlaith di rumah sebelum final, baik pada malam hari maupun di pagi hari sebelum saya pergi dengan kereta untuk menjalankan kegiatan lain," ungkap dia.

Nadiya mungkin merupakan muslim pertama yang berprestasi di hadapan publik Inggris. Meski demikian, stereotipe masih saja dia terima.

Sumber: onislam.net.

Beri Komentar