Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Munip, Pemulung Naik Haji (merdeka.com)
Dream - Kisah Murip, 70 tahun, dalam berhaji layak kita jadikan cermin untuk memantapkan hati. Nenek asal Lamongan ini begitu sabar menabung uang dan harapan, hingga dia bisa melangkahkan kaki di Tanah Suci, memenuhi panggilan Ilahi.
Setiap hari, wanita yang tinggal di Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren ini memenuhi kebutuhan hidup dengan menjadi pemulung. Tentu, jika dipikir rasional, pendapatannya itu akang sangat sulit untuk mengantarkannya ke Mekah.
Tetapi, niat berhaji sudah ada dalam diri Murip sejak masih muda. Saat usianya 30 tahun, Murip berusaha keras menyisihkan sebagian pendapatannya untuk berhaji, sembari terus melafalkan doa agar diberi kesempatan melihat Baitullah.
Susah payah Munip menyisihkan uang hingga terkumpul Rp1 juta. Uang itu dia titipkan pada teman baiknya dan dikelola hingga menumpuk menjadi Rp20 juta pada 2010.
" Kemudian, uang itu saya daftarkan untuk ongkos naik haji," kata Murip, dikutip dari merdeka.com, Kamis 3 Agustus 2017.
Sembari menunggu keberangkatan, Munip terus mencari rezeki dengan memulung sampah setiap hari. Selain itu, dia juga punya keahlian memijat, sehingga bisa menambah penghasilan.
" Dan alhamdulillah, uang Rp20 ribu sampai Rp50 ribu yang saya kumpulkan dari sampah dan memijat, dan saya tabung tiap hari bisa untuk berangkat haji," ucap dia.
Doa dan kesabarannya membuahkan hasil. Munip tercatat sebagai jemaah haji kelompok terbang 18 embarkasi Surabaya.
Kini, Munip telah berada di Madinah. Sebelum terbang, Munip sempat menyampaikan keinginannya saat tiba di Tanah Suci.
" Saya juga mendoakan anak-anak saya agar menjadi anak saleh dan bisa berhaji nantinya," kata Munip.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya