Kisah Selendang Istimewa Sa'idah untuk Anies

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 10 Januari 2017 06:02
Kisah Selendang Istimewa Sa'idah untuk Anies
Sa'idah bersama warga Bukit Duri menitipkan masa depan anak dan cucu mereka kepada Anies.

Dream - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan menyempatkan diri mengunjungi Bukit Duri, Jakarta. Kampung ini dihuni banyak korban penggusuran yang memilih berjuang melawan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) dan memenangkan gugatannya.

Dalam kunjungan itu, ada kisah haru dialami Anies. Kisah ini terjadi saat seorang wanita mengalungkan selendangnya ke leher Anies, seperti memberikan amanah agar calon gubernur itu memperjuangkan nasib anak dan cucunya, serta semua generasi penerus Bukit Duri.

" Saya lahir dan besar di sini. Saya ingin menitipkan harapan untuk masa depan anak-anak dan cucu-cucu kami. Karenanya, saya akan memberikan kain selendang ini agar Pak Anies bisa memperjuangkannya, agar anak dan cucu kami bisa tumbuh dan berkembang di tempat ini," ujar Sa'idah sembari menangis.

Selendang yang biasa dipakai menggendong cucunya itu, dia kenakan di leher Anies. Mendapat selendang itu, Anies merasa mendapat amanah yang sangat besar.

" Saya dapat selendang, ini merupakan bentuk amanah yang berat, tidak sederhana. Ia membawa harapan dan amanat Bapak Ibu untuk generasi anak-anak kita. Bukan rumah yang hadir di sini, tapi juga sekolah yang berkualitas," kata Anies.

Lazimnya kain selendang digunakan untuk menggendong anak kecil. Tetapi, di mata Anies, kain itu adalah simbol harapan warga.

" Ketika diberikan ke saya rasanya berbeda dari biasanya. Artinya, saya harus bisa menggendong anak-cucu mereka. Bahwa saya harus menyayangi dan mengayomi generasi penerus di Jakarta," ucap Anies.

(Sah)

Beri Komentar