Membedakan Bencana Sebagai Azab Atau Penghapus Dosa

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 1 Oktober 2018 20:03
Membedakan Bencana Sebagai Azab Atau Penghapus Dosa
Tidak ada yang menyenangkan dari bencana, namun butuh sikap kita dalam menghadapinya.

Dream - Bencana tentu mendatangkan kesedihan bagi setiap orang. Bahkan ada yang sampai merasakan kesengsaraan karena kehilangan anggota keluarganya.

Sayangnya, ada sebagian saudara kita yang dengan seketika menghukumi bencana alam sebagai azab. Mereka menggunakan sejumlah dalil untuk menguatkan pandangannya.

Pandangan ini agak menyakitkan. Terutama bagi saudara kita yang menjadi korban bencana.

Sudah kehilangan keluarga maupun harta, mereka masih terkena sangkaan sedang diazab. Naudzubillah.

Padahal, tidak melulu bencana alam adalah azab. Bisa jadi bencana alam adalah jalan bagi Allah SWT untuk mengangkat derajat hamba-Nya.

Dikutip dari bincangsyariah, dalam Surat Al Baqarah ayat 156-157, Allah justru memberikan berkah kepada mereka yang bersabar dalam menerima musibah.

" Orang-orang yang tertimpa musibah mereka berkata 'Sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan hanya kepada-Nya-lah kita semua akan kembali'. Mereka itulah yang mendapat keberkahan dan rahmat dari Tuha, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk."

Pada ayat ini, Allah memberikan pujian kepada mereka yang tabah menghadapi cobaan. Hal ini termasuk bencana alam yang hebat.

 

1 dari 1 halaman

Ini Cirinya

Sementara terkait bencana sebagai azab atau penghapus dosa, Syeikh Abdul Qadir Al Jilani menyimpulkan ciri yang bisa digunakan untuk mengenalinya.

Menurut Syeikh Al Jilani, bencana membuat orang menjadi tidak bersabar, mudah menumpahkan keluh kesah, dan semakin jauh dari Allah. Jika ciri ini yang terjadi, maka bencana merupakan azab.

Namun jika sebaliknya bencana membuat seorang Muslim tidak berputus asa dan justru semakin taat kepada Allah. Bencana seperti ini berarti jalan bagi Allah SWT menghapus dosa-dosa seorang Muslim.

Selengkapnya...

(ism)

Beri Komentar