Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mencium Hajar Aswad (Alarabiya.net)
Dream - Setiap tahun, jemaah Islam dari seluruh penjuru dunia berkunjung ke Ka'bah di Mekah, Arab Saudi. Mereka melaksanakan ibadah haji atau umroh.
Dikutip dari Alarabiya, Jumat 25 Mei 2018, sepanjang pelaksanaan ritual ibadah, banyak orang cenderung mencari Batu Hitam yang terletak di sudut timur Ka'bah. Batu ini lebih dikenal sebagai Hajar Aswad.
Mungkin banyak yang menganggap Hajar Aswad adalah sebongkah batu hitam utuh dalam bingkai perak. Sebenarnya, Hajar Aswad terdiri dari delapan batu kecil yang tersusun melekat dengan kemenyan Arab.
Ukuran batu terkecil tidak lebih dari 1 cm, sedangkan yang terbesar tidak lebih dari 2 cm. Rangka perak hanya berfungsi untuk melindungi batu.
Catatan sejarah menyebut Hajar Aswad ditempatkan di Ka'bah oleh Nabi Ibrahim setelah mendapat pesan yang disampaikan Malaikat Jibril. Batu itu diyakini berasal dari surga.
Dalam ritual haji atau umroh, seseorang memulai thowaf dengan lebih dulu mencium Hajar Aswad atau menunjuk ke arah batu itu jika tidak memungkinkan.
Dalam catatan sejarah para nabi, umumnya batu itu dicium. Awalnya, Hajar Aswad berbentuk utuh. Diameternya diperkirakan sekitar 110 cm.
Batu itu pecah akibat tragedi perampokan dan penjarahan gerombolan Qaramitah pada 399 Hijriyah. Batu itu sempat dibawa ke Al Ahsa dan Irak sebelum akhirnya dihancurkan.
Potongan-potongan batu itu kemudian dibawa kembali ke Mekah. Setelah disatukan menggunakan kemenyan Arab, Hajar Aswad dipasang kembali di Ka'bah. (ism)
© Dream
Dream - Hajar Aswad merupakan batu yang dimuliakan. Sebagian besar umat Islam, terutama yang menunaikan ibadah haji dan umrah, berusaha menciumnya, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Batu hitam ini berukuran sekitar 10 sentimeter dengan luas lingkaran pita peraknya sekitar 30 cm. Tingginya dari lantai dasar Masjid al-Haram sekitar 1,5 meter. Hajar Aswad pernah dipecahkan menjadi 8 bagian dengan ukuran kecil-kecil.
Dalam hadis riwayat Tarmidzi, sahih menurut Syaikh Albani, Nabi Muhammad mengatakan bahwa semula Hajar Aswad berwarna putih susu. Dalam hadis itu disebutkan bahwa Hajar Aswad menjadi hitam karena dosa-dosa manusia.
Baca selengkapnya kisah Hajar Aswad di sini.
© Dream
Dream - Seorang penjaga selalu berdiri di sebelah Hajar Aswad, batu yang terpasang di salah satu sudut bangunan Kabar. Batu tersebut memang tak pernah dibiarkan tanpa penjagaan.
Menurut laman Saudi Gazette, Senin 19 Juni 2017, selalu ada 24 penjaga yang melindungi Hajar Aswad dalam sehari. Sehingga, dalam waktu sehari semalam atau 24 jam, ada 24 penjaga yang berbeda.
Mereka bergiliran menjaga batu yang diyakini berasal dari surga itu. Masing-masing penjaga berdiri di dekat Hajar Aswad sekitar sejam lamanya. Mereka fokus mengawasi apapun yang terjadi di sekitarnya.
Penjaga yang berdiri di dekat Hajar Aswad juga memperingatkan petugas lain bila menemukan jemaah atau pengunjung yang pingsan kelelahan atau kepanasan.
" Penjaga Hajar Aswad ditugasi berbagai pekerjaan. Dia ditugaskan untuk menjaga keamanan pengunjung dan mengajari mereka cara yang tepat untuk mencium Hajar Aswad. Dia juga bertanggung jawab untuk mengatur antrean jemaah yang ingin mencium batu itu," kata juru bicara Masjidil Haram, Mayor Sameh Al-Sulami.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains