Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Manal Al-Dabbagh (marhaba.com.qa)
Dream - Manal Al-Dabbagh, merupakan seorang wanita profesional serba pertama. Dia adalah wanita Saudi dan Arab pertama yang menjadi fotografer olahraga dalam stadion. Dia juga wanita Saudi pertama yang menjadi wartawan foto di Piala Dunia.
Al-Dabbagh telah membuktikan ia sebagai fotografer olahraga handal di dunia sepakbola Arab Saudi dan negara lainnya di dunia. Dia berharap langkahnya itu akan menaklukan dunia fotografi olahraga yang didominasi kaum pria itu.
Berbicara kepada surat kabar Al-Madinah, Al-Dabbagh menceritakan awal mula terjun di dunia fotografi. Sama seperti siswa lainnya, setelah tamat sekolah menengah atas, dia melanjutkan kuliah jurusan psikologi.
Tapi sambil kuliah, Al-Dabbagh belajar fotografi dan akhirnya memperoleh sertifikat dari Filipina, Mesir dan Uni Emirat Arab.
Yang semula hanya sekedar hobi ternyata bisa menjadi karier bagi dirinya. Puncak karier Al-Dabbagh adalah saat dia menjadi wartawan foto pada turnamen sepak bola paling akbar di seluruh dunia, yakni Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
" Saya memilih fotografi karena saya suka fotografi dan olahraga. Aku punya keberanian untuk mendapatkan foto di tengah-tengah aksi dan menunjukannya pada dunia," kata Al-Dabbagh.
Al-Dabbagh mengatakan dia tidak menghadapi kesulitan dalam kariernya. " Semua bisa diajak bekerja sama saat melakukan liputan pertama kalinya di Stadion Abha, Bahrain. Termasuk juga para pemain," imbuhnya.
" Bahkan semua pemain Saudi menyambut saya, termasuk kapten Sami Al Jaber dan pemain lainnya seperti Yasser Al Qahtani. Dia bahkan menyatakan dukungannya terhadap karier saya."
Dimintai pendapatnya soal wanita Saudi bekerja di bidang fotografi, terutama fotografi olahraga, Al-Dabbagh menegaskan negara teluk dan wanita Arab dapat menggapai karier yang tinggi selama ada persaingan yang jujur di antara mereka.
" Masa depan adalah untuk semua. Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita. Wanita hanya perlu kepercayaan diri untuk membuktikan diri di bidang ini," tuturnya.
Saat ditanya tentang absen di Piala Dunia 2014 Brasil, Al-Dabbagh mengatakan meskipun mendapatkan persetujuan untuk berpartisipasi di dalamnya, ia tidak bisa berangkat karena ada kekhawatiran tentang keamanan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya