Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nayim Langganan Masuk Timnas Spanyol (islamenmurcia.blogspot.com)
Dream - Saat Liga Primer Inggris pertama kali digelar pada 1992 hanya ada satu pemain muslim di divisi elit tersebut. Ia adalah Nayim yang bermain untuk klub London, Tottenham Hotspur.
Pemain yang memiliki nama asli Mohammed Ali Amar merupakan produk akademi Barcelona pada 1979-1985. Gelandang kelahiran Ceuta, Spanyol, 5 November 1966, merupakan pioner yang membuka jalan bagi pemain muslim lain hingga bisa memberi warna sepakbola Inggris.
Ajaran Islam selalu dipegang teguh Nayim di dalam maupun luar lapangan. Meski sibuk latihan, ia tak lupa menyempatkan salat lima waktu dan membaca Alquran.
Sebelum bertualang ke Inggris, Nayim merintis karir memperkuat Barcelona B pada 1985-1987. Tampil apik membuatnya masuk skuad utama Blaugrana pada musim berikutnya. Meski hanya bermain sebanyak tujuh kali, ia sukses mempersembahkan Piala Copa del Rey pada 1988.
Cuma bertahan semusim, Nayim hijrah ke Tottenham Hotspur selama lima musim (1998-1993). Ia cukup sukses meraih posisi inti dan menghadirkan trofi Piala FA untuk klub berjuluk The Lilywhites pada 1990-1991. Tercatat dia bermain sebanyak 144 kali dengan total 18 gol bersama Spurs.
Nayim kemudian berlabuh ke Real Zaragoza selama empat musim dengan nilai transfer 500 ribu pounds. Harga itu dinilai cukup pantas dengan prestasi yang ia berikan ke klub. Meraih Piala Copa del Rey (1993/1994) dan Piala Winners (1994/1995). Ia menutup karier profesional dengan bergabung ke Logrones (1997/2000).
Dia juga langganan masuk timnas Spanyol. Antara lain, Timnas Spanyol U-18, U-19, U-20 dan U-21. Sayangnya, pemain yang dikenal sebagai muslim taat ini tidak pernah memperkuat tim senior La Furia Roja.
Sekitar 20 tahun setelah kehadiran Nayim di Liga Primer Inggris, kini jumlah pemain muslim bertambah dan sekarang menjadi sekitar 40 orang. Kehadiran pemain-pemain muslim ini membawa efek positif di kompetisi paling mahal dunia, terutama pandangan soal ajaran Islam.
(Ism, Sumber: BBC, Wikipedia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya