Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kemacetan Di "Brexit" Sempat Disorot Media Asing.
Kemacetan yang terjadi di pintu keluar tol Brebes Timur (Brexit) menelan belasan korban jiwa.
Dream - Beberapa pekan lalu, kemacetan di pintu keluar tol Brebes Timur (Brebes Exit/Brexit) menjadi sorotan media. Alasannya, kemacetan tersebut menelan belasan orang korban jiwa.
Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, meminta maaf atas peristiwa tersebut.
"Atas nama seluruh stakeholder (pemangku kepentingan), kami menyampaikan rasa penyesalan serta permintaan maaf atas jatuhnya korban meninggal dunia," kata Jonan di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com, Senin 18 Juli 2016.
Dia mengatakan kemacetan di puncak arus mudik di ruas tol Brebes-Tegal ini akan menjadi bahan instrospeksi dan evaluasi bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun depan.
Meskipun demikian, Jonan mengatakan pihak Kementerian Perhubungan dan pihak-pihak yang terlibat dalam Angkutan Lebaran tahun ini telah bekerja keras dan menyelenggarakan Angkutan Lebaran yang lebih baik dan seusai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Semoga, angkutan Lebaran pada tahun-tahun mendatang akan terselenggara lebih baik lagi," kata dia.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, mengatakan pokok kemacetan panjang di pintu tol keluar Brebes Timur ini bukan dari tol, melainkan ruas jalan tol yang cenderung lebih sempit.
"Kemacetan itu (terjadi) bukan di ruas tol, tapi dampaknya ke tol," kata Basuki.
Dia pun mengaku prihatin terhadap kejadian yang membuat 12 orang pemudik meninggal dunia karena kemacetan yang mengular hingga 18 kilometer itu. "Semua prihatin dengan kejadian ini," kata Basuki.