Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lauren Booth (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Dunia Islam sedang mengalami tantangan besar. Islam kerap digunakan kelompok radikal dalam aksi teror.
Hal ini mengusik hati aktivis Islam asal Inggris, Lauren Booth. Mantan jurnalis BBC yang merupakan adik ipar dari mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair ini mendesak dunia Islam bersatu. Menyamakan persepsi dan bekerjasama menangkal terorisme di dunia.
" Mengikuti surat Al Imran, janganlah kita terpecah pecah di antara kita sendiri. Negara-negara Barat memiliki solusi bagi teroris, namun cara mereka kerap mengecilkan keimanan kita. Kita harus mencari solusi bagi kita sendiri," kata Lauren saat menjadi pembicara di International Summit of The Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa, 10 Mei 2016.
Pernyataan Lauren itu cukup beralasan. Dia melihat, dunia Islam sekarang ini kerap dilanda gesekan yang mengusik perdamaian.
" Kita orang Muslim telah gagal menyelesaikan masalah terorisme. Bukannya bijak, kita malah kerap intoleran," ucap dia.
Lauren menegaskan selama ini teror tidak pernah berada posisi yang baik. Dia menyarankan, salah satu cara untuk mencegah terjadinya insiden teror di masa depan ialah kerjasama intelijen.
" Kerjasama intelijen menjadi kunci untuk mencegah terjadinya insiden teror di masa depan," kata dia.
Selain itu, kekuatan kerjasama antar negara-negara Islam harus lebih ditingkatkan. Pemerintah Indonesia, menurut dia, harus menginisiasi bantuan dan sokongan pembangunan bagi negara-negara Islam yang membutuhkan.
Dia melihat, meski ekonominya masih berkembang, Indonesia memiliki keunggulan berupa kuatnya pendekatan kultural.
" Indonesia harus menginvestasikan pembangunan bagi negara-negara Islam yang miskin. Anda adalah negara Islam yang memiliki keuntungan tersebut dalam bertoleransi," ujar dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya