Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Maryam (www.news.stanford.edu)
Dream - Profesor Universitas Stanford California, Maryam Mirzakhani, menerima Fields Medal, sebuah penghargaan di bidang matematika yang setara dengan Nobel. Muslimah asal Iran itu menjadi perempuan pertama penerima penghargaan tingkat dunia ini. Sebab, 52 medali sebelumnya seluruhnya diterima ilmuwan pria.
Dikutip Dream dari laman New Scientist, Rabu 13 Agustus 2014, Maryam menerima medali ini atas keberhasilannya mempelajari geometri modulus ruang. Sebuah geometri dan aljabar kompleks. Prestasi perempuan berusia 37 tahun ini dianggap sebagai cara baru dalam ilmu pengetahuan dunia.
" Dia sangat-sangat terkenal di Iran. Dia menjadi contoh untuk pelajar muda," tutur Presiden Persatuan Matematika Internasional, Ingrid Daubechies.
Sebagai seorang perempuan, Daubechies mengatakan penghargaan yang diterima oleh Maryam ini sangatlah indah. Sebab, selama ini belum ada satu pun perempuan yang meraih penghargaan tersebut.
" Ini akan meruntuhkan fakta yang sering dipakai saat ini bahwa perempuan tidak pernah menang," ujar dia. Ke depan, tambah Daubechies, akan semakin banyak perempuan yang menerima penghargaan di bidang matematika.
Penghargaan ini akan diberikan oleh Kongres Matematika Internasional di Seoul, Korea Selatan, hari ini. Selain Maryam, ada tiga ilmuwan lain yang juga menerima penghargaan empat tahunan ini.
Tiga ilmuwan itu adalah ilmuwan kelahiran Brasil, Artur Avila, dari Universitas Diderot Paris, Manjul Bargava dari Universitas Princenton, dan Martin Mairer dari Universitas Marwick, Inggris.
Fields Medal merupakan penghargaan empat tahunan. Pertama kali diberikan pada 1936, dan sejak 1950, penghargaan ini diberikan dalam kurun empat tahunan untuk dua hingga empat ilmuwan dengan syarat berusia di bawah 40 tahun. Syarat ini untuk memacu prestasi para ilmuwan itu untuk terus berprestasi.
Medali ini semacam Hadiah Nobel untuk bidang matematika, yang didirikan oleh Matematikawan Kanada, John Fields. Para pemenang juga akan menerima hadiah uang sekitar Rp 353 juta.
Sementara, anggota komite yang memilih para pemenang penghargaan ini, Profesor Dame Frances Kirwan dari Universitas Oxford, mengatakan kemenangan Maryam ini sangat penting bagi kaum perempuan. Sebab, selama ini ilmuwan matematika perempuan jumlahnya cukup sedikit.
Kirwan mencontohkan kasus di Inggris, yang 40 persen dari sarjana matematika adalah perempuan. Namun proporsi itu erus menyusut pada jenjang selanjutnya, mulai PhD hingga gelar di atasnya.
" Saya harap penghargaan ini akan menginspirasi banyak gadis dan perempuan muda, di negara ini dan dunia, untuk meyakini kemampuan mereka dan berusaha mendapat Medali Fields di masa depan," kata Kirwan. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya