Detik-detik Mencekam Aiptu Sunaryanto Bebaskan Ibu dan Bayi

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 11 April 2017 08:02
Detik-detik Mencekam Aiptu Sunaryanto Bebaskan Ibu dan Bayi
Aiptu Sunaryanto menceritakan saat-saat menegangkan ketika dia berusaha membujuk pelaku penyanderaan di angkot.

Dream - Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur, Aiptu Sunaryanto, membuat banyak orang kagum. Dia berani menyelamatkan ibu dan bayinya dari penyanderaan di sebuah angkot di Rawamangun, Jakarta Timur.

Menurut Sunaryanto, saat itu dia kebetulan sedang lewat di tempat angkot terhenti. Saat itu, dia melihat seorang wanita melompat dari angkot sambil mencari pertolongan.

Sunaryanto segera bertanya apa yang sedang terjadi kepada wanita tersebut. Wanita itu mengatakan ada ibu dan bayinya sedang disandera dalam angkot.

Beberapa saat kemudian, orang-orang di sekitar lokasi langsung berkerumun mengelilingi angkot.

1 dari 4 halaman

Penyandera Gelap Mata

Penyandera Gelap Mata © Dream

Khawatir dengan keamanan pelaku dan korban, Sunaryanto memutuskan duduk di pintu keluar angkot. Dia lalu mencoba membujuk penyandera agar melepaskan korban.

" Pelaku langsung kaget begitu melihat saya, mungkin dia tahu saya polisi, soalnya saya pakai jaket polisi," kata Sunaryanto, Senin 10 April 2017.

Penyandera langsung gelap mata begitu melihat Sunaryanto. Meski demikian, Sunaryanto tetap berusaha mengajak bicara penyandera dengan baik-baik, namun ditolak.

" Dia bilang, 'Diam, lo'. Dia ngata-ngatain saya gitu," kata Sunaryanto.

Penyandera merasa terpojok lalu meminta Sunaryanto membawa angkot meninggalkan lokasi. Tetapi, permintaan penyandera tidak dipenuhi lantaran kunci angkot dibawa sang sopir yang lari menyelamatkan diri.

" Pelaku ngotot terus minta dibawa menjauh dari TKP. Dia minta dibawa ke tol," kata Sunaryanto.

2 dari 4 halaman

Tak Lelah Bujuk Penyandera

Tak Lelah Bujuk Penyandera © Dream

Sunaryanto terus berusaha membujuk penyandera. Dia pun mengingatkan penyandera untuk melepaskan sandera agar tidak dihajar massa.

" Saya bilang juga ke dia bahwa saya jamin kalau korban dilepaskan, dia enggak akan diamuk massa," ucap Sunaryanto.

Bujukan itu diabaikan oleh penyandera. Bahkan, penyandera mengancam akan membunuh korban jika Sunaryanto sampai menembak dia.

" Dia bilang, 'Kalau Bapak nembak saya, saya matiin ini anak sama ibunya' sambil pisaunya diarahin ke anaknya. Ibunya nangis-nangis, minta tolong anaknya diselamatin," tutur Sunaryanto.

3 dari 4 halaman

Doa Sunaryanto Sebelum Menembak

Doa Sunaryanto Sebelum Menembak © Dream

Sunaryanto pun mengelabui penyandera dengan mengatakan tidak membawa senjata api. Sementara senjata api itu dia sembunyikan di dekat pintu angkot.

Untuk meyakinkan penyandera agar percaya dia tidak membawa senjata, Sunaryanto sempat mengangkat kedua tangannya. Dia pun mengaku sempat berdoa sebelum memutuskan menembak penyandera agar tidak meleset.

Begitu ada kesempatan, Sunaryanto langsung menembak tangan penyandera. Seketika, penyandera langsung melepaskan sandera.

" Saya lillahi ta'ala saja, saya baca sholawatan, begitu dia lengah saya sikat (tembak). Untuk kena tepat sasaran, saya yakin tembakan saya enggak akan lari ke kaca belakang angkot yang lagi banyak massa," kata Sunaryanto.

 

4 dari 4 halaman

Angkot Didorong ke Kantor Polisi

Angkot Didorong ke Kantor Polisi © Dream

Setelah berhasil menembak, Sunaryanto langsung mengamankan senjata tajam yang dipakai penyandera. Korban pun berhasil dievakuasi dengan bantuan masyarakat.

Usai penyelamatan korban, Sunaryanto langsung mengamankan penyandera di dalam angkot agar tidak dihajar massa. Beberapa saat kemudian, tim Buser Toba tiba di lokasi dan meminta masyarakat membubarkan diri.

" Pada awalnya anggota (Buser) minta pelaku dikeluarin. Saya bilang kalau dikeluarin nanti diamuk massa," ucap dia.

Akhirnya, angkot tersebut didorong ke kantor polisi yang tidak jauh dari lokasi. Ini untuk menghindari aksi pengeroyokan massa kepada pelaku.

Beri Komentar