Pusat-pusat Pendidikan di Masa Rasulullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 5 Februari 2018 12:01
Pusat-pusat Pendidikan di Masa Rasulullah
Tercatat ada beberapa tempat yang dijadikan tempat belajar mengajar oleh Rasulullah, baik di Mekah dan Madinah.

Dream - Islam mungkin tidak akan memiliki banyak pemeluk jika ajarannya tidak disebarkan. Proses penyebaran ajaran itu dilakukan melalui dakwah di berbagai jalur seperti perdagangan, budaya, politik, sosial.

Di antara sekian jalur, pendidikan adalah jalur inti dari dakwah Islam. Bahkan, Rasulullah Muhammad SAW menekankan begitu pentingnya pendidikan sebagai pendekatan dalam dakwah.

Tatkala Rasulullah menyebarkan ajaran Islam, metode dakwah yang digunakan Sang Nabi Agung kala itu adalah pendidikan. Tercatat ada beberapa tempat yang dijadikan oleh Rasulullah sebagai pusat pendidikan Islam.

Tempat pertama adalah Darul Arqam yang didirikan di tahun ketiga Rasulullah berdakwah. Ketika itu, jumlah muslim masih sedikit karena dakwah dijalankan secara sembunyi-sembunyi.

Lokasi Darul Arqam adalah sebuah rumah yang terletak di kaki bukit Shafa milik Al Arqam bin Abil Arqam. Tempat ini dirahasiakan agar tidak diketahui oleh kaum Musyrikin kala itu.

Rumah itu menjadi pusat pendidikan selama beberapa tahun. Kemudian, Rasulullah memindahkan pusat pendidikan itu usai Umar bin Khattab memeluk Islam pada tahun keenam Hijriyah.

Tempat kedua setelah Darul Arqam adalah rumah Rasulullah SAW sendiri. Pemindahan ini dijalankan setelah ancaman dari kaum Musyrikin mereda setelah Umar bin Khattab memeluk Islam.

Pusat pendidikan Islam di rumah Rasulullah menarik minat banyak orang untuk memeluk Islam. Mereka mengkaji Alquran dan menimba ilmu di rumah Rasulullah, diajar langsung oleh Rasulullah.

Tempat berikutnya adalah As Suffah, yang didirikan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah. As Suffah merupakan ruangan dalam Masjid Nabawi yang dibangun Rasulullah beberapa saat setelah tiba di Madinah.

Kala itu, As Suffah tidak hanya sebagai pusat pendidikan. Tempat ini juga menjadi penampungan, bisa dikatakan asrama, bagi para sahabat yang miskin.

Catatan pakar sejarah Islam, Dr Muhammad Mustafa Azami, menyebutkan As Suffah bisa disebut sebagai perguruan tinggi Islam pertama. Jumlah mahasiswanya sekitar 400 orang namun selalu fluktuatif.

Selengkapnya...

(ism) 

Beri Komentar